BORNEONEWS, Palangka Raya – Sejumlah warga dan pelaku usaha wisata Air Hitam Kereng Bangkirai menyatakan akan menggelar aksi massa bertajuk “Peduli Wisata” pada Sabtu, 11 Januari 2026, di Kantor Wali Kota Palangka Raya.
Aksi ini digagas sebagai bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan masyarakat terhadap pengelolaan destinasi wisata tersebut yang dinilai belum berjalan optimal dan belum sepenuhnya berpihak kepada warga lokal.
Tokoh pemuda sekaligus advokat, Ersa Nugraha, yang akan memimpin aksi, menyebut rencana tersebut lahir dari hasil pengamatan panjang masyarakat terhadap kondisi di lapangan.
Menurutnya, tata kelola Air Hitam Kereng Bangkirai masih menyisakan sejumlah persoalan, terutama terkait minimnya keterlibatan dan keberpihakan kepada pelaku wisata lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah.
“Kami menilai pengelolaannya belum maksimal dan kurang memberi ruang bagi masyarakat lokal yang seharusnya menjadi ujung tombak pengembangan pariwisata,” ujar Ersa dalam keterangan pers yang diterima Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sebelum menggelar aksi, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan dan niat berdialog kepada Pemerintah Kota Palangka Raya serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora).
Melalui aksi damai tersebut, massa berharap dapat membuka ruang dialog terbuka untuk membahas solusi konkret terkait perbaikan tata kelola kawasan wisata Air Hitam Kereng Bangkirai. Dalam aksi nanti, peserta akan membawa spanduk dan poster berisi aspirasi masyarakat dan pelaku wisata.
Ersa menegaskan, gerakan “Peduli Wisata” diharapkan menjadi momentum positif bagi Pemko Palangka Raya untuk melakukan evaluasi dan pembenahan, agar Air Hitam Kereng Bangkirai dapat berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Ini suara masyarakat. Kami ingin menyampaikan langsung aspirasi pelaku wisata kepada Wali Kota Palangka Raya,” tegasnya. (MARINI/j)









