SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kegiatan besar Sampit Expo dan Festival Budaya Habaring Hurung dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026 terlaksana kerja sama dengan UMKM Harati Jaya sebagai event organizer. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberdayakan dan merangkul Usaha Mikro Kec Menengah (UMKM) sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

“Kami melibatkan sekitar 165 peserta secara keseluruhan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pelaku UMKM di Kotim," katanya, Rabu, 7 Januari 2026.

Itu ia ungkapkan saat pembukaan Sampit Expo Tahun 2026 di Stadion 29 Nopember Sampit. Lebih lanjut ia merinci ada 60 stand dari instansi OPD, BUMN, BUMD, perusahaan dan perbankan, 35 stand UMKM indoor ukuran 3x3 meter, 25 stand UMKM outdoor berukuran 5x5 meter, serta 45 lapak kaki lima UMKM. 

Selain itu, stand peserta dari berbagai instansi tersebut akan dinilai oleh dewan juri independen dengan kriteria estetika, kesesuaian tema, serta penyajian dan pelayanan di stand. Penghargaan akan diberikan pada acara penutupan Sampit Expo yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026 mendatang.

Tidak hanya pameran, Sampit Expo 2026 juga dimeriahkan dengan hiburan dari artis-artis ternama seperti Joan Reza Tabolabale, Juwita Bahar, Nasha Aqila, serta artis lokal Palangkaraya dan Sampit.

"Malam pembukaan ini kita dihibur oleh Juan Reza. Kita bersyukur semua berjalan lancar dengan dihadiri ribuan masyarakat Kotim, " imbuhnya. 

Sampit Expo kali ini dirangkai dengan Festival Budaya Habaring Hurung. Akan ada lomba 17 atraksi kesenian, permainan dan olahraga tradisional.

"Festival tersebut bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur, memperkokoh identitas diri, dan menguatkan kearifan lokal masyarakat Kotim, " ucapnya.  

Ia pun berharap dengan kegiatan tersebut dapat menggerakkan ekonomi daerah. Pihaknya memprediksi potensi transaksi jual beli masyarakat di area pameran sebesar Rp4 miliar,

potensi omset penyelenggara sebesar Rp2 miliar, omset pendapatan lain-lain seperti parkir dan transaksi di luar area mencapai Rp1,5 miliar, dan potensi pendapatan daerah dari retribusi parkir, kebersihan, dan lain-lain sekitar Rp150 juta.

“Ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Kotim,” pungkas Johny Tangkere. (DEVIANA/j)