BORNEONEWS, Sampit – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian paripurna dengan digelarnya Festival Budaya Habaring Hurung secara simultan. Festival ini menjadi ajang pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus sarana memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Kotim.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan, Festival Budaya Habaring Hurung merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
“HUT ke-73 Kotim ini menjadi paripurna dengan digelarnya secara simultan Festival Budaya Habaring Hurung yang melombakan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional sebagai upaya melestarikan warisan leluhur, memperkokoh identitas diri, serta kearifan lokal,” ujar Halikinnor, Rabu malam, 7 Januari 2026.
Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Sampit Expo 2026, gelora kriya dekranasda kotim, dan festival budaya habaring hurung di Stadion 29 Nopember Sampit.
Festival Budaya Habaring Hurung memiliki nilai strategis dalam pengembangan sektor pariwisata. Keunikan dan keautentikan budaya yang ditampilkan menjadi magnet utama bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Festival ini menjadi daya tarik yang unik dan autentik bagi wisatawan domestik dan internasional. Ke depan, desa-desa wisata akan lebih optimal dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya guna meningkatkan citra daerah sekaligus pendapatan masyarakat,” tambahnya.
Dalam Festival Budaya Habaring Hurung, berbagai perlombaan budaya dan tradisi digelar, di antaranya malamang, mangenta, sukup simpan, bagasing, perahu hias, tarian pedalaman, menyumpit, lawang sekepeng, tarian pesisir, mangauhi, putra putri pariwisata, dayung tradisional, karungut, sepak sawut, balogo, hingga besei kambe.
Ragam lomba tersebut tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Dayak dan masyarakat pesisir di Kotim, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
Pemkab Kotim berharap Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda unggulan daerah. Selain menjaga kelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya di Kotim. (DEWI PATMALASARI/y)









