BORNEONEWS, Sampit – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Tiga kegiatan besar yang digelar selama rangkaian HUT Kotim diperkirakan mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp7–8 miliar.
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan bahwa penyelenggaraan tiga event utama tersebut memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari bahan bangunan, sandang, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.
“Penyelenggaraan ketiga event ini diperkirakan terjadi peredaran uang sebesar Rp7 sampai Rp8 miliar, di luar kegiatan eksternal lainnya. Dampaknya sangat terasa bagi pelaku usaha dan menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” ujar Halikinnor, Rabu malam, 7 Januari 2026.
Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Sampit Expo 2026, gelora kriya dekranasda kotim, dan festival budaya habaring hurung di Stadion 29 Nopember Sampit.
Ia menegaskan, rangkaian kegiatan HUT ke-73 Kotim juga merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus memperkuat fondasi transformasi ekonomi dan sosial daerah.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memeriahkan hari jadi Kotim, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mengoptimalkan potensi daerah demi mewujudkan Kotim yang sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan.
Salah satu kegiatan utama adalah Sampit Expo 2026, yang menjadi panggung promosi bagi pelaku UMKM, pengusaha muda, dan pelaku ekonomi kreatif. Sebanyak 105 stand diisi oleh pelaku usaha lokal untuk meningkatkan brand awareness dan memperluas exposure produk unggulan, sekaligus menjadi ajang edukasi, inovasi, serta pengenalan tren industri.
Selain itu, Sampit Expo juga menjadi wadah networking bisnis, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Tak hanya sektor usaha, sebanyak 60 stand perangkat daerah, BUMD, dan BUMN turut ambil bagian untuk memperkenalkan layanan publik dan produk kepada masyarakat secara lebih terbuka dan dekat.
Kegiatan berikutnya adalah Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 yang untuk pertama kalinya digelar bertepatan dengan HUT ke-73 Kotim. Dalam pameran ini, terdapat 14 booth komunitas pengrajin dan seniman yang menampilkan karya-karya bernilai artistik, sekaligus membuka ruang tumbuhnya ekonomi kreatif dan inovasi yang berakar dari budaya lokal.
Rangkaian HUT Kotim semakin lengkap dengan digelarnya Festival Budaya Habaring Hurung secara simultan. Festival ini melombakan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional sebagai upaya melestarikan warisan leluhur, memperkuat identitas daerah, serta menjaga kearifan lokal.
Festival Budaya Habaring Hurung dinilai menjadi magnet wisata yang unik dan autentik, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ke depan, pemerintah daerah berencana mengoptimalkan pengembangan desa-desa wisata sebagai destinasi wisata budaya untuk meningkatkan citra daerah dan pendapatan masyarakat.
Adapun tiga kegiatan besar dalam rangka HUT ke-73 Kotim tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 7 hingga 14 Januari 2024. (DEWI PATMALASARI/y)









