BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kotawaringin Barat bersama Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan meninjau lokasi rencana pembangunan bandara di Desa Sabuai Timur, Kecamatan Kumai, 6 Januari 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi sebagai dasar pembangunan bandara baru.
Sekretaris Dishub Kobar, Rawandi pada Kamis, 8 Januari 2026 mengatakan total lahan yang disiapkan untuk rencana pembangunan kurang lebih 2.058 hektare dengan lahan inti yang siap digunakan untuk kawasan bandara seluas sekitar 440 hektare.
“Saat ini progresnya adalah pemasangan patok batas lahan sebagai salah satu syarat utama untuk proses pensertifikatan,” jelasnya.
Rawandi menjelaskan pemasangan patok tersebut akan terus dilanjutkan sesuai dengan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim teknis. Langkah ini menjadi bagian penting sebelum masuk ke tahapan penetapan lokasi (Penlok).
“Setelah patok terpasang dan diverifikasi, proses berikutnya adalah penetapan lokasi. Penlok ini harus didukung oleh dokumen administrasi yang lengkap,” jelasnya.
Rawandi menyebutkan sejumlah dokumen pendukung saat ini telah dipersiapkan, antara lain sertifikat lahan, surat dari Bupati Kotawaringin Barat, surat pernyataan dukungan dari DPRD Kobar, serta surat rekomendasi dari Gubernur Kalimantan Tengah.
“Semua dokumen tersebut menjadi syarat utama dalam pengusulan Penlok. Jika sudah terpenuhi, maka tahapan perencanaan teknis dan penganggaran bisa segera berjalan,” jelasnya.
Terkait pembangunan fisik, menurut Rawandi, Dirjen Perhubungan Udara mengupayakan dan mengusulkan agar pembangunan Bandara Baru di Kobar dapat dimulai pada Tahun Anggaran 2027 Kementerian Perhubungan.
"Saat ini pembahasan anggaran untuk 2027 dijadwalkan berlangsung pada 12-30 Januari 2026. Kita optimistis jika seluruh tahapan berjalan lancar dan dokumen lengkap, pembangunan bandara di Sabuai Timur bisa mulai direalisasikan pada 2027. Ini akan sangat mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kobar,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)









