SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pada Desember 2025, Kota Sampit mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat pada angka 108,67.

Data ini menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran yang memengaruhi tingkat inflasi di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim Eddy Surahman mengungkapkan inflasi y-on-y tersebut disebabkan oleh kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa kelompok pengeluaran utama. 

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 2,43 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,53 persen, kemudian kelompok perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga naik 1,33 persen, " katanya, Kamis, 8 Januari 2025. 

Selanjutnya, kelompok kesehatan mencatat kenaikan 1,39 persen, kelompok transportasi naik 0,87 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 2,47 persen, serta kelompok pendidikan mengalami kenaikan 0,83 persen. Pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran tercatat kenaikan signifikan sebesar 5,52 persen, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan paling besar hingga 12,81 persen.

"Terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan penurunan 0,01 persen dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan yang turun sebesar 0,03 persen," ujarnya.

Sementara tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) di Sampit pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,48 persen, sedangkan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) juga berada pada angka 2,66 persen.

Informasi ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dan pelaku ekonomi untuk memantau pergerakan harga serta menyiapkan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. (DEVIANA/H)