SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggelar Job Fair dalam rangkaian Sampit Expo 2026 menyediakan informasi yang lengkap tentang ratusan lowongan pekerjaan di sektor perkebunan kelapa sawit.

Kegiatan berlangsung di arena Sampit Expo dengan antusiasme tinggi dari masyarakat pencari kerja. “Bagi masyarakat Kotim yang sedang mencari pekerjaan, silakan datang ke stan kami. Ada ratusan lowongan kerja yang disediakan,” ujar Kepala Disnakertrans Kotim, Rusnah, Kamis, 8 Januari 2025.

Pada Job Fair Sampit 2026 ini, tercatat sebanyak 464 lowongan pekerjaan yang dibuka. Semua kesempatan kerja tersebut berasal dari delapan perusahaan besar di bidang perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Mustika Sembuluh, PT Katingan Indah Utama, PT Gading Sawit Kencana, PT Sawit Mas Parenggean, PT Hutan Sawit Lestari, PT Agro Wana Lestari, PT Uni Primacom, dan PT Swadaya Sapta Putra. 

"Dari perusahaan tersebut, PT Hutan Sawit Lestari menjadi penyedia lowongan terbanyak dengan total 400 posisi," sebutnya. 

Jenis pekerjaan yang ditawarkan sangat beragam, meliputi operator elektrikal, mekanik pabrik kelapa sawit, guru bahasa Inggris, kimia, matematika, guru TK dan SD, driver operasional, operator timbangan, sopir kerani panen, juru masak, perawat, pemanen buah kelapa sawit, tenaga maintenance, mandor, kerani, administrasi keuangan, serta posisi lainnya seperti mandor bengkel, operator grader, driver umum, admin GIS, supervisi bunch checker, dan driver tractor.

Menurut Rusnah, besarnya jumlah lowongan menunjukkan bahwa peluang kerja di Kotim masih cukup banyak. Namun, meskipun demikian, angka pengangguran di daerah ini masih tertinggi di Kalimantan Tengah.

 “Intinya itu bukan terkait ada atau tidaknya mereka bekerja, karena lowongan kerja banyak sebenarnya yang diberikan tapi sepertinya daya tarik masyarakat itu mereka lebih suka mandiri. Mereka suka pekerjaan yang memang menghasilkan seperti berkebun dan lainnya," terangnya. 

Job Fair ini tidak hanya membantu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur. (DEVIANA/R)