PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Memasuki minggu pertama Januari 2026 atau awal Tahun Baru 2026, harga sejumlah komoditas Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun terpantau relatif stabil. 

Kondisi ini berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagkopUKM) Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala DisperindagkopUKM Kotawaringin Barat, Fitriyana, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Muhamad Suhendra, menyampaikan bahwa secara rata-rata harga Bapok pada minggu pertama Januari 2026 tidak mengalami fluktuasi signifikan dibandingkan minggu keempat Desember 2025, atau menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Meski demikian, Suhendra mengungkapkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga rata-rata, seperti cabai rawit merah dan daging ayam ras (broiler). Namun, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas harga secara keseluruhan.

“Jika dibandingkan dengan minggu keempat Desember 2025, memasuki minggu pertama Januari 2026, secara rata-rata harga cabai rawit merah naik dari Rp80.000 per kilogram menjadi Rp81.250 per kilogram. Sementara daging ayam ras dari Rp45.667 per kilogram menjadi Rp46.000 per kilogram,” ujar Suhendra, Kamis, 8 Januari 2026.

Di sisi lain, terdapat pula komoditas Bapok yang mengalami penurunan harga. Dua di antaranya adalah cabai merah besar dan cabai merah keriting yang masing-masing mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

“Cabai merah besar turun dari Rp80.000 per kilogram menjadi Rp65.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting dari Rp100.000 per kilogram turun menjadi Rp70.000 per kilogram,” jelasnya.

Menurut Suhendra, dinamika harga tersebut masih tergolong aman dan menunjukkan kondisi pasar yang relatif stabil pada awal Tahun Baru 2026. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

Selain harga, DisperindagkopUKM juga mencatat ketersediaan stok Bapok di wilayah Kotawaringin Barat. Berdasarkan data dari 10 distributor Bapok dan Perum Bulog setempat pada Minggu pertama Januari 2026, stok beras tercatat sebanyak 2.400,57 ton, minyak goreng 140,15 ton, gula pasir 240,93 ton, tepung terigu 90,66 ton, serta kacang kedelai 3,20 ton.

“Semoga stok Bapok tetap tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga-harganya dapat terus terjaga dalam kondisi stabil,” pungkasnya. (DANANG/R)