BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat karena berdampak langsung pada pendidikan karakter generasi muda.
Menurut Sri Ani, kekerasan tidak hanya menimbulkan luka fisik dan trauma psikis bagi korban, tetapi juga memengaruhi proses pembentukan nilai, sikap, dan perilaku anak serta remaja.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu menjadi perhatian bersama karena berpengaruh terhadap pendidikan karakter,” kata Sri Ani, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menjelaskan, lingkungan yang tidak aman akibat maraknya kekerasan dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa takut, rendahnya kepercayaan diri, hingga munculnya perilaku menyimpang sebagai dampak trauma yang dialami korban.
Selain itu, kekerasan juga dinilai dapat merusak iklim pendidikan yang seharusnya kondusif dan menghambat pengembangan potensi diri setiap individu.
Sri Ani menekankan bahwa penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Beberapa langkah yang perlu diperkuat antara lain peningkatan kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk kekerasan, penguatan sistem pendataan dan penanganan kasus, serta penyediaan layanan konseling dan rehabilitasi bagi para korban.
Ia berharap, melalui kerja sama dan kepedulian bersama, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Palangka Raya dapat ditekan secara signifikan.
“Kita harus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif agar pendidikan karakter dapat berkembang dengan baik dan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (MARINI/j)









