PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta dinas terkait untuk segera melakukan penataan kawasan Pasar Rajawali secara lebih intensif dan menyeluruh.

Menurut Khemal, penataan perlu mencakup pembersihan drainase, penertiban pedagang kaki lima (PKL), serta pemangkasan pohon di sekitar saluran air dan badan jalan.

“Penataan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota untuk menangani genangan air dan aktivitas PKL yang berjualan di atas drainase,” kata Khemal, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi Pasar Rajawali kerap mengalami genangan air saat musim hujan akibat tersumbatnya saluran drainase. Sampah dan endapan lumpur menjadi penyebab utama aliran air tidak berjalan optimal.

Khemal menegaskan bahwa pembersihan drainase harus menjadi prioritas karena saluran air yang tersumbat tidak hanya memicu genangan, tetapi juga berdampak pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.

“Selain itu, aktivitas PKL yang berjualan di atas drainase menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan serta keselamatan bagi pedagang maupun pembeli,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemangkasan pohon di sekitar drainase dan badan jalan. Menurutnya, akar pohon dapat merusak struktur saluran air dan permukaan jalan, sementara dahan yang terlalu rindang berisiko menyumbat aliran air hujan dan membahayakan saat cuaca ekstrem.

Khemal berharap penataan kawasan Pasar Rajawali dapat segera dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan penataan yang baik, genangan air bisa diatasi, lingkungan menjadi lebih bersih, dan aktivitas perdagangan di Pasar Rajawali dapat berjalan lebih lancar dan nyaman,” pungkasnya. (MARINI/j)