SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Lomba bagasing menjadi salah satu cabang yang menarik perhatian dalam Festival Budaya Habaring Hurung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan ini digelar di halaman voli indoor Stadion 29 Nopember Sampit dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-73 Kotim.

Kepala Bidang Kesenian dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Ahmad Santri mengatakan, lomba bagasing diikuti oleh sejumlah kecamatan, dengan peserta terbanyak berasal dari Kecamatan Telaga Antang.

“Cabang lomba bagasing Festival Budaya Habaring Hurung dilaksanakan di halaman voli indoor Stadion 29 Nopember Sampit. Ada beberapa kecamatan yang mengikuti, dan yang paling banyak dari Telaga Antang,” ujarnya, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia menjelaskan, lomba bagasing dimainkan secara beregu. Setiap tim terdiri dari tiga orang dan hanya diberikan lima kali kesempatan bermain. Adapun jumlah peserta pada lomba bagasing kali ini tercatat sebanyak 12 tim putra dan 6 tim putri. 

Permainan bagasing memang sulit dijumpai. Rata-rata yang masih memainkannya masyarakat di wilayah pedesaan, seperti di Kecamatan Telaga Antang.

“Bagasing ini memang yang masih banyak itu ada di desa seperti wilayah Kecamatan Telaga Antang. Untuk di perkotaan jarang, tetapi masih ada beberapa SD yang melakukan event. Zaman sekarang anak-anak banyak bermain gadget,” katanya.

Sebagai upaya pelestarian, Disbudpar Kotim mendorong adanya kolaborasi dengan Dinas Pendidikan agar permainan tradisional seperti bagasing dapat dimasukkan ke dalam muatan lokal di sekolah-sekolah.

“Untuk melestarikan permainan tradisional, kita ingin kerja sama dengan Dinas Pendidikan supaya permainan tradisional masuk muatan lokal,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)