BORNEONEWS, Banjarmasin - Tim Sekumpul memasang spanduk larangan di area luar Kubah Makam Abah Guru Sekumpul pada Kamis, 8 Januari 2026. Spanduk tersebut bertuliskan, “Area di luar kubah bukan tempat ziarah. Kubah/tempat ziarah masih ditutup.” Pemasangan spanduk ini dilakukan sebagai penegasan status penutupan area ziarah yang hingga kini belum dibuka untuk umum.
Kubah Makam Abah Guru Sekumpul secara resmi ditutup sejak terjadinya wabah Covid-19. Penutupan tersebut kemudian berlanjut karena adanya proses rehabilitasi kubah, termasuk renovasi Musholla Ar-Raudhah. Hingga saat ini, pihak pengelola belum menetapkan waktu pembukaan kembali kubah bagi para peziarah.
Meski kubah masih ditutup, aktivitas ziarah tetap dilakukan oleh sebagian masyarakat yang datang ke Sekumpul. Para peziarah biasanya melakukan doa dan zikir di area terdekat di luar kubah sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Abah Guru Sekumpul. Namun, seiring waktu, aktivitas di area tersebut dinilai mulai menimbulkan persoalan.
Salah satu warga setempat, Husni, mengungkapkan bahwa banyak peziarah yang tidak menjaga adab di sekitar kawasan kubah. Menurutnya, persoalan bukan hanya soal uang yang diletakkan di pintu atau pagar kubah, tetapi juga perilaku sebagian peziarah yang dinilai berlebihan.
“Ada yang berdiri di samping tembok, mencium-cium tembok, bahkan mengusap-usap tembok kubah dengan alasan mencari berkah,” ujarnya.
Perilaku tersebut dinilai memicu kontroversi. Kondisi itu dinilai berpotensi mencederai marwah kawasan kubah serta menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, akun media sosial Mahabbah Guru Sekumpul turut memberikan penjelasan terkait pemasangan spanduk tersebut. Dalam keterangannya disebutkan bahwa ziarah pada dasarnya masih diperbolehkan seperti biasa, namun akses masuk ke dalam kubah untuk umum memang masih belum dibuka hingga saat ini.
“Info dari Guru Sulhan yang rumahnya dekat lokasi, ziarah seperti biasa masih boleh. Namun masuk ke dalam kubah untuk umum masih belum dibuka. Pemasangan baliho tersebut karena banyak peziarah yang meletakkan kembang dan uang di sekitar pagar, sehingga panitia berupaya menjaga marwah kubah,” tulis akun tersebut.
Pihak pengelola berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut demi menjaga adab, ketertiban, dan kehormatan kawasan Kubah Abah Guru Sekumpul. (SABRIANOOR/j)









