BORNEONEWS, Tamiang Layang – Komisi III DPRD Kabupaten Barito Timur meninjau langsung progres pembangunan lahan urug saniter di TPA Luaw Benawa, Desa Sarapat, Jumat, 9 Januari 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan pekerjaan di lapangan serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait belum rampungnya proyek meski masa kontrak telah berakhir.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Komisi III Kariato, didampingi Wakil Ketua Komisi III Rafi Hidayatullah dan anggota I Putu Widid Septiawan. Rombongan juga didampingi Kepala Bidang Persampahan dan LB3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur, Agus Santoso, serta pihak konsultan pengawas.
Saat diwawancarai usai kegiatan, Kariato mengatakan, peninjauan dilakukan agar DPRD memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi pekerjaan di TPA Luaw Benawa.
“Kami dari Komisi III hari ini turun langsung ke lapangan dengan dasar ingin mengetahui keadaan sebenarnya di TPA ini dan menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa masa kontrak sudah selesai, tetapi pekerjaannya belum selesai,” ujarnya.
Kariato mengakui, pekerjaan pembangunan lahan urug saniter tersebut memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Berdasarkan penjelasan pihak konsultan, keterlambatan terjadi karena waktu pengerjaan yang relatif singkat serta kendala cuaca.
“Kami mendapat informasi dari konsultan bahwa pekerjaan ini belum selesai karena waktu pengerjaan yang pendek dan juga faktor cuaca,” terangnya.
Menurut Ketua Komisi III, progres pekerjaan saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 50 persen. Atas kondisi tersebut, pihak kontraktor mendapatkan adendum untuk melanjutkan pekerjaan hingga selesai.
“Silakan saja, yang penting nanti pekerjaan itu selesai sebagaimana mestinya dan dapat berfungsi sesuai peruntukannya,” tegas Kariato.
Selain menyoroti progres fisik, Komisi III juga mencermati kebutuhan sarana pendukung pengelolaan sampah. Kariato menyebutkan Dinas Lingkungan Hidup masih membutuhkan alat berat berupa ekskavator.
“Ke depan ini menjadi PR (tanggung jawab) bersama pemerintah daerah dan DPRD untuk pengadaan alat tersebut, karena dengan volume sampah yang ada harus didukung peralatan yang memadai,” ucap Kariato.
Ia berharap pembangunan lahan urug saniter di TPA Luaw Benawa dapat segera dirampungkan sehingga pengelolaan sampah ke depan dapat berjalan lebih baik.
“Pekerjaan ini harus diselesaikan dengan baik supaya ke depan sampah-sampah dapat dikelola dengan baik pada tempatnya,” tutup Kariato.
Sesuai Surat Pesanan Nomor: 600/07-SP/KE-TATA/DIGPURPERKIM/KIT/IX/2025 tertanggal 18 November 2025, pekerjaan pembangunan lahan urug saniter tersebut bernilai Rp2,9 miliar. Proyek ini dimulai pada 18 November 2025 dan semula dijadwalkan berakhir pada 28 Desember 2025. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









