BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai melaksanakan audiensi dengan Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI, Kamis kemarin.
Audiensi berlangsung di Kantor Bappenas RI, Jakarta, dan membahas penanganan ruas Jalan Basarang–Batanjung yang dinilai strategis bagi pengembangan wilayah Kabupaten Kapuas.
Audiensi dipimpin Koordinator Kalimantan Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Bappenas, Raditya Pranadi, serta dihadiri perwakilan direktorat terkait, yakni Puji dari Direktorat Konektivitas dan Infrastruktur Logistik serta Zaenudin dari Direktorat Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah.
Dalam pertemuan itu, Sekda Usis I. Sangkai menjelaskan bahwa Jalan Basarang–Batanjung sepanjang kurang lebih 54 kilometer merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan industri, Pelabuhan Laut Batanjung, Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), serta kawasan minapolitan di Kabupaten Kapuas.
Usis menegaskan komitmen Pemkab Kapuas untuk mempercepat pembangunan jalan tersebut, khususnya pada ruas yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Ia berharap pada tahun 2027 mendatang, Jalan Basarang–Batanjung sudah dapat berfungsi secara optimal sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi logistik masyarakat.
“Setelah jalan ini berfungsi pada 2027, kami berharap dapat mengusulkan peningkatan status dan penanganannya ke pemerintah pusat agar kualitas dan kapasitas jalan semakin meningkat,” ungkapnya, Jumat, 9 Januari 2026.
Sementara Bappenas menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Bappenas juga mendorong agar seluruh dokumen perencanaan pembangunan jalan diselaraskan dan diperbarui sesuai dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.
Melalui audiensi ini Pemkab Kapuas berharap sinergi dengan pemerintah pusat semakin kuat, khususnya dalam pengembangan kawasan strategis Batanjung yang dipersiapkan sebagai pintu masuk dan keluar wilayah timur Provinsi Kalimantan, sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. (SABRIANOOR/R)








