PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perwakilan pendamping dari PT SSMS Tbk, Affan Kurniawan menyampaikan bahwa Kelompok Tani Hutan atau KTH Mawar Bersemi di Desa Terantang, Kabupaten Kotawaringin Barat telah melakukan penebaran perdana 10.000 ekor bibit ikan nila di kolam budidaya yang telah disiapkan. 

"Program ini merupakan bagian dari komitmen SSMS dalam menjalankan prinsip ESG secara nyata di lapangan," kata Affan dalam rilisnya Jumat, 9 Januari 2026.

Program ini tidak hanya memenuhi kewajiban keberlanjutan, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Melalui kolaborasi dengan masyarakat, SSMS menargetkan program ini menjadi contoh pelaksanaan remediasi dan kompensasi yang berdampak langsung bagi komunitas lokal, sekaligus memperkuat kemitraan berkelanjutan di Desa Terantang Kobar," katanya lagi.

Komitmen PT SSMS dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG terus diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program RaCP (Remediasi dan Kompensasi) RSPO yang dijalankan oleh unit bisnis PT Sawit Sumbermas Sarana, PT Menteng Kencana Mas (MKM), bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Mawar Bersemi di Desa Terantang Kobar.

Sebagai langkah awal program ini, KTH Mawar Bersemi melakukan penebaran perdana 10.000 ekor bibit ikan nila di kolam budidaya yang telah disiapkan.

Kegiatan ini menandai dimulainya usaha perikanan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan kelompok.

Saat ini KTH Mawar Bersemi mengelola lima kolam yang dikembangkan secara bertahap. Dari jumlah tersebut, dua kolam difungsikan untuk budidaya ikan nila, dua kolam direncanakan sebagai kolam pemancingan umum, serta satu kolam khusus untuk kegiatan breeding dan penelitian mandiri kelompok sebagai upaya peningkatan kapasitas dan keberlanjutan usaha.

Seluruh kolam budidaya tersebut sebelumnya telah melalui proses renovasi dan penataan selama kurang lebih satu tahun.

Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kondisi kolam serta kualitas air memenuhi standar budidaya ikan air tawar, sehingga kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang optimal.(TESTI PRISCILLA)