PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komitmen PT SSMS dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG terus diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program RaCP (Remediasi dan Kompensasi) RSPO yang dijalankan oleh unit bisnis PT Sawit Sumbermas Sarana, PT Menteng Kencana Mas (MKM), bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Mawar Bersemi di Desa Terantang Kobar.

Sebagai langkah awal program ini, KTH Mawar Bersemi melakukan penebaran perdana 10.000 ekor bibit ikan nila di kolam budidaya yang telah disiapkan.

Kegiatan ini menandai dimulainya usaha perikanan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan kelompok.

Saat ini KTH Mawar Bersemi mengelola lima kolam yang dikembangkan secara bertahap. Dari jumlah tersebut, dua kolam difungsikan untuk budidaya ikan nila, dua kolam direncanakan sebagai kolam pemancingan umum, serta satu kolam khusus untuk kegiatan breeding dan penelitian mandiri kelompok sebagai upaya peningkatan kapasitas dan keberlanjutan usaha.

Seluruh kolam budidaya tersebut sebelumnya telah melalui proses renovasi dan penataan selama kurang lebih satu tahun.

Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kondisi kolam serta kualitas air memenuhi standar budidaya ikan air tawar, sehingga kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang optimal.

Ketua KTH Mawar Bersemi, Marwan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya penebaran bibit ikan perdana tersebut.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai hasil dari kerja keras dan kebersamaan seluruh anggota kelompok selama proses persiapan.

“Alhamdulillah, setelah setahun melakukan renovasi kolam dan berbagai upaya agar air kolam dapat digunakan untuk budidaya ikan, akhirnya hari ini kami bisa melakukan penebaran bibit ikan nila untuk pertama kalinya. Ini menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi KTH Mawar Bersemi,” ujar Marwan dalam rilisnya pada Jumat, 9 Januari 2026.

Ia berharap kegiatan budidaya perikanan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang.

Menurutnya keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian dan kekompakan kelompok dalam mengelola usaha bersama.

"Ke depannya, kedua kolam budidaya yang dikelola kelompok juga direncanakan akan dibuka sebagai kolam pemancingan umum pada akhir 2026, sehingga dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan dan melibatkan masyarakat Desa Terantang Kobar secara lebih luas," tuturnya. (TESTI PRISCILLA)