PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ancaman penyakit dengue masih membayangi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Sepanjang tahun 2025, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mencatat delapan pasien meninggal dunia akibat dengue, baik dengue fever (DF) maupun demam berdarah dengue (DHF), dengan kondisi disertai penyakit penyerta.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Sultan Imanuddin, Hardino, mengatakan bahwa sepanjang 2025 pihaknya menangani 81 pasien dengue fever.

Dari jumlah tersebut, empat pasien menjalani perawatan rawat jalan dan 77 pasien harus dirawat inap. Dua pasien dalam kelompok ini dinyatakan meninggal dunia.

“Dua pasien dengue fever yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta, sehingga kondisi klinisnya cukup berat,” ujar Hardino, Jumat, 9 Januari 2025.

Selain itu, kasus demam berdarah dengue juga tercatat cukup tinggi. Selama 2025, RSUD Sultan Imanuddin merawat 83 pasien DHF, terdiri dari empat pasien rawat jalan dan 79 pasien rawat inap. Enam pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

“Seluruh pasien DHF yang meninggal dunia juga disertai penyakit penyerta, sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks,” jelasnya.

Hardino menambahkan, delapan pasien yang meninggal dunia tersebut tidak seluruhnya berasal dari wilayah Kotawaringin Barat.

Sebagian di antaranya merupakan pasien rujukan dari luar daerah yang datang ke rumah sakit, dalam kondisi kesehatan yang sudah cukup berat.

Memasuki awal tahun 2026, tren kasus dengue mulai menunjukkan penurunan. Hingga awal Januari 2026, RSUD Sultan Imanuddin baru mencatat satu pasien dengue fever yang menjalani perawatan inap, sementara untuk kasus DHF belum ditemukan pasien yang harus dirawat.

Meski demikian, pihak rumah sakit tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran dengue.

“Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk sangat penting. Deteksi dini dan penanganan cepat menjadi kunci agar kasus tidak berkembang menjadi fatal,” pungkanya. (DANANG/j)