PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat neraca perdagangan luar negeri provinsi ini tetap mengalami surplus sebesar US$3.117,21 juta selama periode Januari hingga November 2025. Surplus ini terjadi meskipun baik ekspor maupun impor menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari–November 2025 mencapai US$3.152,45 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 12,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Penurunan terbesar terjadi pada ekspor hasil pertambangan, yang turun hingga 22,22 persen,” jelas Agnes pada Jumat, 9 Januari 2026.

Sementara itu, nilai impor Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan signifikan. Selama sebelas bulan pertama tahun 2025, nilai impor tercatat sebesar US$35,24 juta, turun 36,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penurunan tertinggi secara kumulatif terjadi pada impor mesin atau peralatan mekanik serta pupuk," katanya.

Agnes menjelaskan bahwa komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi oleh sumber daya alam dan produk olahan.

“Komoditas utama ekspor adalah batu bara, crude palm oil (CPO), kayu olahan, karet remah, bijih zirconium, niobium, dan tantalum, serta kayu lapis,” ujarnya.

Di sisi lain, struktur impor Kalimantan Tengah menunjukkan ketergantungan pada barang modal dan bahan baku. Komoditas impor terbesar antara lain aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, serta berbagai jenis mesin termasuk mesin motor tempel. Hal ini mencerminkan kebutuhan industri lokal terhadap peralatan dan bahan penunjang produksi.

Lebih lanjut, Agnes menyebutkan bahwa Jepang, India, dan Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah. Sementara itu, Malaysia, Singapura, dan Tiongkok tercatat sebagai negara pemasok utama barang impor ke provinsi ini.

“Meskipun terjadi penurunan nilai perdagangan, Kalimantan Tengah tetap menunjukkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)