BORNEONEWS, Palangka Raya – Tokoh pemuda sekaligus advokat Ersa Nugraha menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai dasar utama dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata Air Hitam Kereng Bangkirai, Palangka Raya.
Hal tersebut disampaikannya dalam audiensi bersama Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin yang digelar di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya.
Ersa yang akan memimpin gerakan kepedulian pengelolaan wisata Kereng Bangkirai menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh semata berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga harus menjaga keaslian budaya dan identitas daerah.
Menurutnya, falsafah Huma Betang yang melekat dalam kehidupan masyarakat Palangka Raya perlu dijadikan landasan dalam setiap kebijakan pengembangan pariwisata.
“Falsafah Huma Betang yang mengajarkan hidup rukun, saling menghargai, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah mufakat harus diterapkan dalam pengelolaan wisata,” ujar Ersa, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, setiap keputusan terkait pengelolaan Air Hitam Kereng Bangkirai sebaiknya melalui proses musyawarah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata.
Ersa menambahkan, gerakan yang digagasnya bertujuan memastikan aspirasi masyarakat, terutama kaum muda, dapat didengar dan dipertimbangkan dalam setiap kebijakan pariwisata.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan pengembangan wisata dengan upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
“Kami tidak ingin destinasi wisata hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal kepada masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap prinsip musyawarah mufakat dapat menjadi model pengelolaan wisata yang berkelanjutan di Palangka Raya, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun pariwisata berkualitas. (MARINI/j)









