BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Palangka Raya bersama Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar rapat kerja dengan BPJS Kesehatan di Ruang Paripurna DPRD Palangka Raya. Rapat tersebut membahas berbagai isu terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Palangka Raya Khemal Nasery, yang menyebut rapat kerja difokuskan pada evaluasi kinerja layanan BPJS Kesehatan di wilayah Kota Palangka Raya.
“Rapat kerja ini membahas berbagai isu pelayanan kesehatan yang diberikan BPJS Kesehatan kepada masyarakat Palangka Raya,” ujar Khemal, Sabtu, 10 Januari 2026.
Menurutnya, DPRD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan sekaligus mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional.
Khemal menegaskan, rapat kerja tersebut menjadi forum penting bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan masukan konstruktif terhadap penyelenggaraan layanan BPJS Kesehatan.
“Akses terhadap layanan kesehatan yang layak merupakan hak setiap warga negara dan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, pihak BPJS Kesehatan memaparkan laporan capaian pelayanan, jumlah peserta terdaftar, serta perkembangan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Palangka Raya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyampaikan rencana sejumlah program baru yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta.
Sejumlah anggota DPRD turut menyampaikan masukan, antara lain terkait perbaikan sistem pendaftaran peserta, peningkatan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan pada fasilitas yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
“Keluhan masyarakat terkait proses klaim juga menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam rapat kerja ini,” jelas Khemal.
Ia menegaskan, DPRD Palangka Raya akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja BPJS Kesehatan serta mendorong sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal. (MARINI/j)









