BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor berharap Sampit Expo tidak hanya menjadi ajang transaksi sesaat, tetapi mampu berperan sebagai gerbang promosi yang mendorong kerja sama dan transaksi jangka panjang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Harapan kita, kegiatan ini tidak hanya sebatas transaksi saat pelaksanaan Sampit Expo saja. Tetapi produk-produk industri rumah tangga dan UMKM bisa mendapatkan peluang jangka panjang, baik berlangganan, kerja sama, maupun kontrak usaha,” ujar Halikinnor, Sabtu, 10 Januari 2026.
Ia menegaskan, Sampit Expo harus menjadi pintu masuk bagi pengembangan produk unggulan daerah agar mampu terus berkembang meski kegiatan pameran telah berakhir.
“Jadi tidak hanya selesai saat expo, tetapi hasil produk unggulan bisa terus berkembang ke depannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, melihat antusias masyarakat, ia optimis terhadap capaian target perputaran uang selama pelaksanaan Sampit Expo 2026. Sebelumnya diperkirakan nilai transaksi dapat mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar.
“Kalau kita lihat perkembangannya, kita optimistis perputaran uang bisa mencapai target. Bahkan bisa terus meningkat setiap tahun,” katanya.
Tingginya aktivitas ekonomi selama Sampit Expo tersebut menjadi indikator positif bahwa perekonomian Kotim berada dalam kondisi yang baik, dengan pertumbuhan yang cukup tinggi.
“Ini menunjukkan perekonomian Kotim cukup baik, pertumbuhan juga cukup tinggi,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









