PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penurunan aktivitas transportasi di wilayah tersebut selama November 2025. Penurunan terjadi pada moda transportasi udara maupun laut, baik dari sisi jumlah penumpang maupun volume barang yang diangkut.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa frekuensi penerbangan pada November 2025 mengalami penurunan sebesar 9,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penurunan ini turut berdampak pada jumlah penumpang angkutan udara yang turun 2,99 persen, dari 127.928 orang menjadi 124.097 orang,” kata Agnes pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Selain penumpang, lalu lintas barang melalui udara juga mengalami penurunan. Volume barang yang diangkut tercatat turun 0,96 persen, dari 2.092 ton pada Oktober menjadi 2.072 ton pada November 2025.

"Penurunan yang lebih tajam terjadi pada moda transportasi laut. Jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 26.911 orang, turun 22,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 34.854 orang," katanya.

Agnes menyebutkan bahwa penurunan jumlah penumpang laut ini juga diikuti oleh penurunan arus barang. Volume barang yang diangkut melalui laut turun 11,35 persen, dari 2,55 juta ton menjadi 2,26 juta ton.

Data ini menunjukkan bahwa pada November 2025, seluruh moda transportasi utama di Kalimantan Tengah mengalami penurunan aktivitas, baik dari sisi mobilitas penumpang maupun distribusi barang. (TESTI PRISCILLA/j)