PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, meminta Dinas Pendidikan serta seluruh sekolah di Kota Palangka Raya untuk meningkatkan sosialisasi terkait bahaya paham ekstrem yang dapat menyusup melalui permainan daring (game online) di kalangan pelajar.

Hasan menegaskan, game daring yang semestinya menjadi sarana hiburan dan pembelajaran kini berpotensi dimanfaatkan sebagai media penyebaran konten bermuatan ekstremisme, kebencian, hingga kekerasan.

Ia mengungkapkan, sejumlah temuan menunjukkan kelompok ekstrem mulai memanfaatkan platform game daring untuk menyebarkan ideologi mereka, baik melalui konten dalam permainan, ruang obrolan antar pemain, maupun tautan yang mengarah ke situs berkonten radikal.

“Anak sekolah yang masih dalam tahap pembentukan karakter dan memiliki ketertarikan tinggi pada game daring menjadi kelompok yang rentan terpapar,” ujar Hasan, Sabtu, 10 Januari 2026.

Menurutnya, ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada pola pikir anak, tetapi juga berpotensi memicu perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Hasan menekankan, sosialisasi yang diberikan sekolah harus bersifat edukatif dan aplikatif, tidak hanya menjelaskan bahaya paham ekstrem, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan mengenali konten berbahaya serta langkah yang harus dilakukan ketika menemui atau menerima konten tersebut.

Ia mengusulkan agar sosialisasi dilakukan secara rutin di setiap sekolah, baik melalui materi pembelajaran terpadu maupun kegiatan ekstrakurikuler yang menitikberatkan pada literasi digital dan pencegahan ekstremisme.

Selain siswa, Hasan juga menilai keterlibatan orang tua sangat penting dalam upaya pencegahan. Ia mendorong sekolah untuk menjalin kerja sama dengan orang tua dalam memantau aktivitas anak saat bermain game daring di rumah, sekaligus mengenali tanda-tanda awal paparan konten negatif.

Ia juga mengajak sekolah menyusun pedoman penggunaan teknologi dan game daring yang jelas, disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan peserta didik.

“Pencegahan paparan paham ekstrem melalui game daring adalah tanggung jawab bersama dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Dengan sosialisasi yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, Hasan berharap anak-anak dapat menikmati permainan daring secara aman dan terhindar dari ancaman paham ekstrem. (MARINI/j)