BORNEONEWS, Sampit – Proses perizinan lintasan jaringan listrik desa (lisdes) yang melewati area perkebunan besar swasta (PBS) di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipastikan telah rampung. Saat ini, fokus utama diarahkan pada penanganan kendala infrastruktur jalan guna mempercepat realisasi listrik masuk ke 10 desa.
Camat Bukit Santuai Agus Saptono menyampaikan, izin melintas jaringan listrik melalui perkebunan tidak lagi menemui hambatan. Izin dari PT BCT telah dikantongi untuk wilayah Desa Tumbang Batu, Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, dan Tumbang Saluang. Sementara itu, izin melintas dari PT ABP untuk Desa Tumbang Batu juga telah diterbitkan.
"Dari sisi perizinan sudah clear dan tidak ada kendala. Semua izin melintas jaringan listrik sudah keluar," ujarnya, Sabtu, 10 Januari 2026.
Saat ini, progres pembangunan lisdes di Desa Tumbang Batu mulai berjalan mobilisasi tiang listrik dimana sebagian telah tiba di desa dan sebagian masih dalam perjalanan. Sementara untuk desa-desa lainnya, proses pengangkutan material tiang listrik belum dilakukan.
Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi infrastruktur jalan. Pasalnya, PT BCT yang sebelumnya membantu pemeliharaan jalan sudah tidak lagi beroperasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak kecamatan berencana menggelar pertemuan dengan 10 kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta sejumlah perusahaan yang masih beroperasi di wilayah tersebut, yakni PT ABP, PT AWL, PT Buana Aditama, dan PT Sarpatim.
"Dalam waktu dekat, setelah penutupan Sampit Expo, kami akan mengundang para pihak untuk membahas dukungan infrastruktur jalan. Rencananya koordinasi sterilisasi dan persiapan jalan akan dilakukan pada 15 Januari," tambahnya.
Ia mengatakan, dukungan perusahaan sangat dibutuhkan karena kondisi jalan menjadi faktor krusial dalam proses mobilisasi tiang listrik. Terlebih pada musim hujan, jalan rawan rusak jika tidak diperbaiki atau dilapisi laterit.
Kontraktor nantinya akan menggunakan kendaraan besar jenis fuso untuk mengangkut tiang listrik, sehingga dikhawatirkan jalan akan amblas atau kendaraan terjebak jika kondisi jalan tidak memadai.
Terdapat dua titik jalan yang menjadi prioritas perbaikan untuk melintas mobilisasi tiang listrik dan peralatan lainnya. Pertama, ruas penghubung Desa Tumbang Batu–Tumbang Saluang yang melintasi lima desa. Kedua, jalur penghubung Desa Tumbang Sapia–Tumbang Kania.
"Kami berharap dukungan penuh perusahaan melalui program CSR untuk membantu perbaikan jalan. Ini demi kepentingan umum, agar listrik desa bisa segera terwujud," kata Agus.
Ia menekankan, selama ini komunikasi antara pihak kecamatan dan perusahaan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya optimistis dukungan tersebut dapat direalisasikan.
Pada tahun 2026, sebanyak 10 desa di Kecamatan Bukit Santuai telah masuk dalam peta jalan (road map) program listrik desa PLN. Sepuluh desa tersebut yakni Desa Tumbang Sapia, Tumbang Getas, Tewai Hara, Tumbang Payang, Tumbang Kania, Tumbang Torung, Lunuk Bagantung, Tumbang Tawan, Tumbang Saluang, dan Tumbang Batu.
Dengan terealisasinya program ini, seluruh desa di Bukit Santuai akan teraliri listrik PLN setelah penantian selama 18 tahun sejak kecamatan tersebut dimekarkan dari Kecamatan Mentaya Hulu.
Saat ini, dari total 14 desa, baru empat desa yang lebih dahulu menikmati listrik PLN, yakni Desa Tumbang Kementing, Tanah Haluan, Tumbang Penyahuan, dan Tumbang Tilap.
Agus Saptono menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kotim Halikinnor yang dinilai konsisten menyuarakan kebutuhan listrik desa hingga ke pemerintah pusat. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan disetujuinya program lisdes melalui anggaran tambahan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Anggota DPRD Kotim Dapil V serta Komisi I DPRD Kotim yang aktif mendorong dan memfasilitasi koordinasi lintas sektor demi terwujudnya listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Setelah 18 tahun, akhirnya Bukit Santuai mendapatkan kuota lisdes. Kami sangat bersyukur atas dukungan luar biasa dari berbagai pihak,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









