BORNEONEWS, Sampit – Pelaksanaan Sampit Expo 2026 dinilai mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kemajuan tersebut terlihat dari desain stan yang semakin menarik hingga keaktifan peserta dalam mempromosikan program pelayanan kepada pengunjung.
"Kalau dibandingkan tahun lalu, Alhamdulillah kami melihat ada kemajuan. Dari sisi desain, masing-masing stan sudah terlihat lebih bagus dibanding tahun kemarin," kata Ketua Tim Juri Sampit Expo 2026 Pariyanto Marman, Sabtu, 10 Januari 2026.
Pariyanto yang sudah dua kali menjadi juri Sampit Expo menjelaskan, sistem penilaian dilakukan secara objektif. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada tampilan visual, tetapi juga cara peserta menyampaikan dan menjual program kepada pengunjung.
"Kadang ada stan yang desainnya sederhana, tetapi penyampaian program dan interaksi dengan pengunjung jauh lebih baik dibandingkan stan lain. Itu sangat berpengaruh dalam penilaian," tambahnya.
Menurutnya, pada Sampit Expo 2026 lebih dari 50 persen stan terlihat aktif mempresentasikan program instansi masing-masing. Hal ini dinilai sebagai kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau tahun lalu rata-rata banyak stan fokus menjual produk UMKM, sementara program pelayanan instansi justru terlewatkan. Padahal, program pelayanan inilah yang menjadi pembeda antara OPD satu dengan yang lain," katanya.
Meski demikian, kehadiran produk UMKM tetap menjadi daya tarik tersendiri selama tidak mengesampingkan promosi program instansi.
Sementara itu, anggota tim juri Norjani menjelaskan, proses penilaian Sampit Expo 2026 dilakukan sebanyak tiga kali sesuai jadwal yang telah ditetapkan dimulai sejak pembukaan pada Rabu, 7 Januari 2025.
"Jadi dari awal harus sudah siap. Cuman kita memberi kesempatan mungkin ada hari tertentu yang masih perlu dilengkapi makanya penilaian dilakukan tiga kali," kata Norjani.
Ia menyebut, satu kali penilaian dilakukan secara terbuka dengan metode wawancara langsung dari stan ke stan. Sedangkan dua penilaian lainnya dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada peserta.
“Dua kali penilaian itu tanpa kami informasikan karena yang dinilai bukan hanya tampilan, tapi juga personel stan, bagaimana mereka menjual program ke pengunjung,” jelasnya.
Ia menegaskan, Sampit Expo memiliki konsep berbeda dengan pameran museum yang bersifat pasif. Artinya, expo harus aktif mempromosikan atau menjual program kepada pengunjung.
"Juri datang seperti pengunjung biasa. Kalau stan tutup memang tidak menggugurkan nilai, tapi pasti berpengaruh karena tidak ada yang bisa dilihat atau ditanya," katanya.
Sesuai ketentuan panitia, penilaian hanya dilakukan terhadap stan OPD, instansi, dan swasta, sementara stan UMKM tidak masuk dalam kategori penilaian.
Adapun tim juri Sampit Expo 2026 berasal dari latar belakang jurnalis lintas media, yakni Pariyanto Marman dari Borneonews, Norjani dari LKBN Antara, dan Heny Pusnita dari Radar Sampit. Pemilihan juri dari unsur media disebut panitia mampu menjaga independensi dan objektivitas penilaian. (DEWI PATMALASARI/j)









