SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim menerima empat unit drone pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mendukung percepatan tanam dan peningkatan produktivitas pangan.

Plt Kepala DPKP Kotim, Permata Fitri, mengatakan drone pertanian ini berfungsi untuk mempercepat proses pemupukan serta penyemprotan herbisida dan pestisida, sehingga dapat menghemat tenaga kerja petani.

"Drone pertanian ini digunakan untuk percepatan pertanaman, mulai dari pemupukan, penyemprotan herbisida hingga pestisida. Kapasitasnya 20 liter, sehingga sangat membantu efisiensi tenaga kerja di lapangan," ujar Permata Fitri, Sabtu, 10 Januari 2026.

Ia menjelaskan, drone tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang dialokasikan khusus untuk Brigade Pangan sebagai bagian dari program percepatan swasembada pangan nasional. Di Kotim sendiri, sejak 2024 telah terbentuk 18 Brigade Pangan, dan bertambah enam Brigade Pangan pada 2025.

"Untuk drone, saat ini baru empat unit yang dialokasikan. Namun untuk alat pertanian lainnya seperti alat panen dan rotavator sudah lengkap dan mencukupi kebutuhan 24 Brigade Pangan tahun 2024 dan 2025," tambahnya.

Empat unit drone pertanian tersebut diterima pada Desember 2025 dan hingga kini belum dioperasikan. Pasalnya, Kementerian Pertanian akan mengirimkan teknisi dari pemilik merek untuk memberikan pelatihan khusus kepada Brigade Pangan penerima drone.

"Drone ini belum difungsikan karena masih menunggu pelatihan. Rencananya teknisi akan datang pada Januari ini untuk melatih Brigade Pangan yang menerima drone," katanya.

Ia menyebut, empat drone tersebut saat ini dialokasikan untuk Brigade Pangan wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Teluk Sampit.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Brigade Pangan merupakan program Kementerian Pertanian yang beranggotakan anak-anak muda milenial dengan latar belakang pertanian. Setiap Brigade Pangan terdiri dari 15 orang yang bertanggung jawab mengelola lahan pertanian seluas 150 hingga 200 hektare.

"Brigade Pangan ini mendampingi petani dari pra tanam hingga pasca panen. Semua alat pertanian, mulai dari pengolahan lahan, tanam, pemupukan, hingga panen dan pasca panen difasilitasi oleh Kementerian Pertanian," jelasnya.

Dalam penggunaannya, drone pertanian dapat diisi pupuk cair saat musim pemupukan, herbisida untuk pengendalian gulma, serta pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Namun, setiap pergantian fungsi, drone harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak terjadi pencampuran bahan.

"Sebenarnya tidak hanya drone ini teknologi barunya. Saat ini semua proses pertanaman dari pratanam sampai pasca panen kita menggunakan mekanisasi pertanian. Jadi proses ditanam kita sudah ada namanya protavator untuk mengolah lahan. Kemudian untuk percepatan pemupukan kita menggunakan drone. Setelah itu posisi untuk panen kita menggunakan combine harvester dan pasca panennya sudah ada penggilingan padi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)