BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun ini untuk mewujudkan sejumlah unit usaha, mulai dari pabrik pakan ikan, pabrik es balok, pengelolaan pelabuhan di Sungai Ijum Raya, hingga penjualan bibit ikan.
"Pada 2026 Dinas Perikanan Kotim akan memiliki BLUD. Jenis usaha yang dikelola antara lain pabrik pakan ikan, pabrik es balok, pengelolaan pelabuhan di Sungai Ijum Raya, serta penjualan bibit-bibit ikan," kata Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi, Sabtu, 10 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan BLUD akan memberikan keleluasaan dalam pengelolaan pabrik pakan dan pabrik es yang selama ini masih terbatas oleh mekanisme anggaran daerah. Dengan sistem BLUD, pengelolaan menjadi lebih cepat dan adaptif terhadap kebutuhan lapangan.
"Alhamdulillah sekarang Perbup-nya (Peraturan Bupati) masih menunggu proses. Sudah selesai semuanya tinggal menunggu tanda tangan Bupati untuk perbup BLUD ini," imbuhnya.
Oboi menegaskan, konsep utama BLUD adalah kemandirian. BLUD memiliki kewenangan mengelola operasional dan keuangan secara langsung, sehingga pendapatan dari unit usaha tidak harus disetor terlebih dahulu ke kas daerah.
"Hasil pendapatan dari usaha itu bisa langsung digunakan untuk operasional, pengadaan, hingga pembayaran gaji karyawan. Tidak perlu menunggu tahun anggaran," ujarnya.
BLUD nantinya akan mencatat pendapatan sebagai bagian dari kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui laporan penerimaan BLUD. Sistem ini dinilai lebih efisien dan mendukung keberlanjutan usaha.
Selain itu, BLUD juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Menurut Sarwo Oboi, dukungan modal dari mitra swasta sangat dimungkinkan untuk memperkuat pengembangan usaha perikanan di Kotim.
"Tidak menutup kemungkinan kita akan bekerja sama dengan pihak ketiga karena otomatis kita perlu modal jika ada pihak ketiga yang siap modal bisa Kita gandeng kita buat perjanjian kerjasamanya,” katanya.
Keunggulan lain dari pembentukan BLUD adalah fleksibilitas dalam perekrutan sumber daya manusia. BLUD dapat merekrut pegawai sesuai kebutuhan operasional tanpa terikat ketat pada mekanisme kepegawaian daerah.
Ia berharap, terbentuknya BLUD membuat pengelolaan pabrik pakan ikan dan pabrik es balok dapat berjalan optimal, mendukung kebutuhan nelayan dan pembudidaya ikan, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi sektor perikanan di Kotim. (DEWI PATMALASARI/y)









