BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Khemal Nasery, menyatakan bahwa tantangan terbesar yang akan dihadapi Palangka Raya ke depan adalah memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan perkembangan zaman.
Menurutnya, sektor pendidikan memegang peran krusial dalam menyongsong tantangan tersebut.
"Kemampuan analitik, literasi teknologi, kreativitas, hingga green skills menjadi kompetensi kunci yang harus dimiliki generasi mendatang," tegas Khemal, Minggu, 11 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa, tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan, kota ini akan kesulitan untuk bersaing dan mengakselerasi pembangunan ekonomi di era digital dan transisi hijau.
Dalam konteks tersebut, Khemal menekankan bahwa lembaga pendidikan dituntut untuk bersikap adaptif dan proaktif. Salah satu langkah utama yang harus dilakukan adalah pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini, sehingga lulusannya tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Pembelajaran berbasis praktik juga menjadi poin penting yang harus diperkuat. Khemal mengungkapkan bahwa terlalu banyak fokus pada materi teoritis membuat sebagian lulusan kesulitan beradaptasi saat memasuki dunia usaha.
Untuk itu, ia menekankan kolaborasi erat dengan dunia industri, seperti melalui program magang, penelitian bersama, atau pembentukan laboratorium praktik yang didukung oleh perusahaan, menjadi solusi yang perlu digalakkan.
"Bukan hanya sebagai pusat transfer ilmu, perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi motor penghasil SDM unggul yang siap menjawab tantangan ekonomi masa depan," jelas Khemal.
Ia mencontohkan bahwa, dengan mengembangkan program studi yang mengintegrasikan teknologi digital dan konsep keberlanjutan, perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang mampu mendorong inovasi dan menciptakan peluang kerja baru di sektor-sektor strategis.
Khemal juga mengingatkan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan hanya oleh lembaga pendidikan itu sendiri. Pemerintah kota perlu menyusun kebijakan yang mendukung, seperti memberikan insentif bagi perguruan tinggi yang bekerja sama dengan industri, serta menggalakkan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja yang sudah aktif di dunia usaha.
"Kita harus memastikan bahwa investasi dalam pendidikan memberikan hasil yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kemajuan kota Palangka Raya secara keseluruhan," pungkasnya. (MARINI/H)









