BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tomy Irawan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Ajakan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional yang jatuh pada 10 Januari kemarin.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional tahun ini menjadi momentum penting untuk menyadarkan kembali akan pentingnya menjaga alam bagi kelangsungan hidup generasi sekarang dan mendatang.
Tomy Irawan menegaskan bahwa perlindungan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat di Kalteng.
Menurut Tomy, Kalteng yang kaya akan sumber daya alam memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.
"Luasnya hutan tropis, sungai, dan berbagai ekosistem lainnya di provinsi ini membutuhkan perhatian khusus agar tetap lestari dan tidak tergerus oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab," katanya, Minggu, 11 Januari 2026.
Ajakan menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai langkah konkret sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan sungai dan wilayah sekitar, serta turut serta dalam kegiatan penanaman pohon dan rehabilitasi lahan terdegradasi. Setiap tindakan kecil tersebut memiliki dampak besar bagi kelestarian alam.
Tomy Irawan juga menyoroti bahwa perlindungan lingkungan juga erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Kualitas udara, air, dan tanah yang baik akan berdampak positif pada kesehatan dan produktivitas masyarakat.
Selain itu, kelestarian alam juga menjadi dasar bagi perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi berkelanjutan di Kalteng.
Untuk mendukung gerakan ini, pihaknya akan terus bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, organisasi masyarakat, serta akademisi untuk melakukan edukasi dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup.
"Harapannya, semangat memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kalteng," pungkasnya. (PATHUR/H)









