BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memberikan kepastian bahwa kondisi bencana banjir di wilayah tersebut selama tahun 2025 hingga saat ini berada dalam kategori kondusif dan relatif aman bagi masyarakat.
Tidak ada laporan daerah yang tergenang air dalam skala besar atau memerlukan evakuasi darurat.
Plt. Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menjelaskan bahwa potensi terjadinya banjir di kota ini merupakan dampak dari bencana hidrometeorologi.
Pemantauan terhadap kondisi cuaca dan risiko banjir akan terus dilakukan hingga bulan Februari mendatang, sesuai dengan informasi dan prakiraan yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Potensi banjir memang ada karena faktor hidrometeorologi yang menjadi perhatian kami," ujar Hendrikus, Minggu, 11 Januari 2026.
Pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif sejak awal agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Salah satu indikator utama yang menjadi patokan BPBD dalam menilai kondisi keamanan terhadap banjir adalah tinggi pasang air di Sungai Kahayan.
"Namun sampai saat ini, Kota Palangka Raya masih kondusif dan aman, karena kondisi pasang di Sungai Kahayan masih bisa bertahan," jelasnya.
Tinggi air sungai hingga saat ini berada di bawah ambang batas bahaya yang telah ditetapkan.
BPBD Kota Palangka Raya katanya juga menyatakan telah siap dengan berbagai sarana dan prasarana penanggulangan bencana, termasuk posko pengamatan yang tersebar di beberapa titik rawan, serta tim siaga yang siap bergerak kapan saja jika terjadi perkembangan kondisi yang tidak diinginkan. Persediaan bantuan seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara juga telah dipersiapkan.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan secara bersama-sama.
"Masyarakat kami imbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG terkait perkembangan cuaca dan kondisi sungai di wilayah sekitar," tutupnya. (MARINI/H)









