PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh menyoroti kondisi yang mengkhawatirkan di kota ini.

Hanya dalam kurun waktu dua pekan di awal tahun 2026, Palangka Raya telah digegerkan oleh tiga kasus bunuh diri dengan metode gantung diri.

Sri menyatakan bahwa angka tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya masalah kesehatan mental yang belum terdeteksi dan ditangani dengan baik di kalangan masyarakat.

"Kita tidak bisa lagi menganggap remeh masalah kesehatan mental. Tiga kasus dalam waktu singkat adalah sinyal bahaya yang harus kita tanggapi bersama," ujarnya, Minggu, 11 Januari 2026.

Menurutnya faktor seperti tekanan ekonomi, masalah hubungan sosial, serta kurangnya akses terhadap layanan bantuan kesehatan mental menjadi beberapa penyebab potensial yang perlu diteliti lebih dalam.

Banyak orang yang mengalami kesulitan psikologis seringkali merasa takut atau tidak tahu ke mana harus mencari bantuan.

Sri mengimbau Pemerintah Kota Palangka Raya untuk segera mengambil langkah konkrit dalam memperkuat sistem pendukung kesehatan mental. 

Hal ini mencakup penyediaan layanan konseling yang lebih mudah diakses, baik melalui fasilitas kesehatan maupun lembaga masyarakat yang bekerja sama dengan pemerintah.

Selain pemerintah, tokoh masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun lingkungan yang mendukung dan tidak stigma terhadap masalah kesehatan mental. 

Tokoh agama, pemuka RT/RW, serta organisasi masyarakat dapat menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini gejala masalah pada warga sekitar dan mengarahkan mereka ke tempat yang tepat untuk mendapatkan bantuan.

"Kita perlu menciptakan sistem di mana setiap warga merasa aman untuk berbicara tentang permasalahan yang mereka alami dan mudah mendapatkan dukungan yang dibutuhkan," tegasnya. (MARINI/R)