JEDDAH –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro mengingatkan pentingnya mewaspadai dampak negatif pinjaman online (pinjol) terhadap kesehatan mental masyarakat. 

Menurutnya, kasus terkait masalah pinjol semakin meningkat dan mulai menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi psikologis para peminjam dan keluarganya.

Jati menjelaskan bahwa banyak kasus di mana peminjam yang tidak mampu membayar cicilan pinjol mengalami tekanan psikologis berat.

Teknik penagihan yang tidak sesuai aturan, seperti pelecehan verbal, penyebaran informasi pribadi, hingga ancaman yang tidak bertanggung jawab, menjadi faktor utama yang menyebabkan stres, kecemasan, bahkan depresi pada korban.

"Kita sering mendengar kasus di mana korban pinjol merasa tertekan hingga kehilangan semangat hidup. Dampak ini tidak hanya mengenai diri peminjam saja, tetapi juga menyebar ke anggota keluarga dan lingkungan sekitarnya," ungkapnya, Minggu, 11 Januari 2026.

Beberapa kasus bahkan melibatkan kalangan muda yang terpikat dengan kemudahan peminjaman tanpa mempertimbangkan risiko yang ada.

Menurutnya masalah ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah kota dan pihak terkait. Langkah preventif seperti penyuluhan tentang risiko pinjol ilegal, serta penegakan hukum terhadap pelaku pinjol yang tidak bertanggung jawab, menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Jati  juga mengusulkan perlunya kerja sama antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan kepolisian untuk menangani kasus dampak pinjol terhadap kesehatan mental.

Hal ini mencakup penyediaan layanan konseling bagi korban dan keluarga, serta pendirian pos bantuan yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

"Kita tidak hanya perlu menangani masalah secara hukum, tetapi juga memberikan dukungan psikologis bagi mereka yang terkena dampak. Kesehatan mental warga adalah aset penting yang harus kita jaga bersama," tegasnya. (MARINI/R)