PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada awal tahun 2026, Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery mengajukan permintaan kepada pemerintah kota terkait perlu adanya pengawasan yang lebih ketat serta sidak rutin terhadap seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah kota. 

"Permintaan ini dibuat untuk memastikan pelaksanaan standar operasional dan keamanan yang sesuai pada setiap fasilitas penyedia bahan bakar," ujar Khemal, Minggu, 11 Januari 2026.

Khemal menjelaskan bahwa pengawasan dan sidak terhadap SPBU sangat penting untuk menjaga keamanan masyarakat serta lingkungan sekitar.

Beberapa aspek yang perlu menjadi fokus pengawasan antara lain kepatuhan terhadap standar keamanan operasional, kelengkapan sarana pemadam kebakaran, kondisi infrastruktur penyimpanan bahan bakar, serta penerapan prosedur yang aman dalam proses pengisian.

"SPBU merupakan fasilitas publik yang memiliki risiko potensial tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Kami khawatir terkait kemungkinan terjadinya insiden kebakaran atau kebocoran bahan bakar yang dapat membahayakan keselamatan warga dan merusak lingkungan," ungkapnya. 

Dia juga menyoroti pentingnya memastikan kualitas bahan bakar yang dijual sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pengawasan dan sidak perlu dilakukan secara berkala dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan rekomendasi perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian.

Ia juga mengingatkan agar pihak pengelola SPBU aktif melakukan pemeliharaan rutin terhadap seluruh peralatan dan infrastruktur.

Selain itu, pelatihan berkala bagi petugas kerja juga perlu dilakukan untuk memastikan mereka memahami dan mengikuti prosedur keamanan dengan benar.

"Kita perlu melakukan langkah preventif sejak awal tahun agar seluruh SPBU di Palangka Raya siap dan aman untuk melayani masyarakat. Pengawasan yang ketat dan sidak rutin adalah upaya yang tidak bisa kita abaikan," tegas Khemal.

Ia berharap permintaan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh  Pemerintah Kota dam pihak terkait untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. (MARINI/R)