BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi mendorong Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta orang tua untuk bersama-sama mengawasi penggunaan gadget oleh anak sekolah.
"Upaya ini bertujuan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan penyebaran paham radikal yang bisa masuk melalui konten game online atau platform digital," ujarnya, Minggu, 11 Januari 2026.
Hasan menyatakan bahwa perkembangan teknologi yang pesat membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai konten digital, termasuk game online.
Meski banyak konten yang positif dan edukatif, terdapat risiko potensial bahwa beberapa platform menyebarkan ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan bisa memengaruhi pola pikir anak muda.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga kita harus menjaga mereka dari pengaruh yang tidak baik. Pengawasan terhadap penggunaan gadget dan akses ke game online bukan hanya tentang mengontrol waktu bermain, tetapi juga memastikan konten yang mereka konsumsi aman dan positif," katanya.
Ia menambahkan bahwa paham radikal yang menyamar dalam bentuk konten permainan bisa sangat berbahaya karena sulit terdeteksi dan mudah diterima oleh anak-anak.
Menurutnya, peran masing-masing pihak sangat penting dalam hal ini. Disdik diharapkan dapat membuat kebijakan dan pedoman tentang penggunaan teknologi di lingkungan sekolah, pihak sekolah bertugas untuk mengawasi aktivitas siswa saat berada di sekolah, dan orang tua harus aktif memantau penggunaan gadget serta membatasi akses ke konten yang tidak sesuai.
Hasan juga mengusulkan agar pihak terkait menyelenggarakan penyuluhan bagi orang tua dan guru tentang cara mengidentifikasi konten berbahaya serta langkah yang harus diambil jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal melalui game atau platform digital lainnya.
Selain itu, diperlukan kerja sama dengan penyedia layanan digital untuk memastikan konten yang beredar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kita perlu melakukan langkah antisipatif sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kebangsaan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua adalah kunci untuk melindungi mereka dari pengaruh yang tidak diinginkan," tegas Hasan. (MARINI/R)









