BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah warga Kapuas sebelumnya menilai bahwa kecelakaan lalu lintas di kawasan pertigaan atau simpang sejatinya masih bisa diminimalisir melalui peran pemerintah, salah satunya dengan pemasangan traffic light atau pengaturan lalu lintas yang memadai.
Namun berbeda halnya dengan kecelakaan yang kerap terjadi di ruas jalan lurus yang bukan persimpangan, di mana faktor utamanya lebih dominan disebabkan oleh human error pengendara itu sendiri.
Ketua Harian Balakarcana 651, Syamsul Ifansyah telah menanggapi anggapan soal maraknya pemberitaan kecelakaan di simpang tiga Seroja.
Menurutnya, tingkat kecelakaan di lokasi tersebut sebenarnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di kawasan depan Kantor Pos, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas.
Ia menyebut, para relawan sudah berkali-kali melakukan evakuasi korban kecelakaan di kawasan depan Kantor Pos hingga merasa kelelahan.
Bahkan, korban yang terlibat kecelakaan di lokasi tersebut kerap didominasi oleh anak-anak yang melakukan balapan liar maupun pengendara dalam kondisi mabuk.
“Sampai bosan kami mengevakuasinya. Kalau dengar ada laka di depan Kantor Pos, rasa malas itu pasti ada. Biasanya korban kebanyakan balapan liar dan pemabuk,” ujar Syamsul, Senin, 12 Januari 2026.
Syamsul juga meluruskan anggapan bahwa setiap kecelakaan di lokasi tersebut selalu berkaitan dengan balapan liar.
Menurutnya, tidak semua kejadian disebabkan oleh aksi balap, melainkan juga akibat pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras. “Biar diperjelas, kadang balapan liar, kadang juga orang yang mabuk,” tegasnya.
Ia menuturkan, tingginya frekuensi kecelakaan membuat pihak relawan tidak lagi menyimpan data rinci setiap insiden. Banyaknya kejadian membuat mereka kesulitan mengingat detail peristiwa satu per satu.
“Data kejadian sudah tidak kami simpan lagi, sudah terlalu banyak sampai tidak ingat satu per satu,” ungkapnya.
Terkait pengawasan, Syamsul menyebut Satlantas sebenarnya sudah beberapa kali melakukan penindakan di sepanjang jalan tersebut. Namun, perilaku pengendara justru dinilai semakin tidak terkendali saat melihat kehadiran petugas.
“Kalau ada Satlantas, bukannya jalan pelan, malah lari semua, berhamburan entah ke mana,” katanya.
Menurut Syamsul, akar persoalan kecelakaan di kawasan depan Kantor Pos bukan terletak pada rambu lalu lintas, melainkan pada rendahnya kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan dan menjaga keselamatan berkendara.
“Kecelakaan di sana bukan karena masalah rambu-rambu, tapi kesadaran pengendara itu sendiri,” pungkasnya.
Ia berharap ke depan ada upaya antisipasi yang lebih berkelanjutan, khususnya melalui peningkatan kesadaran berlalu lintas serta pengawasan orang tua yang konsisten agar angka kecelakaan di kawasan depan Kantor Pos, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas dapat ditekan. (SABRIANOOR/R)









