BORNEONEWS, Teheran – Aktivitas pertokoan di sejumlah kota besar Iran masih berlangsung meski negara tersebut dilanda gelombang protes. Sebagian besar toko tetap buka pada siang hari, namun memilih menutup operasional lebih awal menjelang malam di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Berdasarkan laporan koresponden setempat, hampir seluruh pertokoan di Teheran tutup sebelum pukul 18.00 waktu setempat pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa kota lain seiring meningkatnya ketegangan akibat aksi demonstrasi yang diwarnai kerusuhan dan bentrokan antara massa dan aparat keamanan.
Situasi paling parah dilaporkan terjadi di Kota Rasht, ibu kota Provinsi Gilan di wilayah barat laut Iran. Sebuah pasar tua di kota tersebut dilanda kebakaran hebat akibat kerusuhan, menyebabkan bangunan pasar nyaris rata dengan tanah. Laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa, meski jumlah pastinya belum dikonfirmasi secara resmi.
Gelombang protes kembali menguat setelah Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada Revolusi 1979, mengunggah video di platform X pada Sabtu. Dalam pernyataannya, ia menyerukan warga Iran untuk turun ke jalan dan mendorong pengunjuk rasa menguasai ruang publik serta sejumlah fasilitas strategis.
Aksi protes di Iran sendiri mulai pecah sejak akhir Desember 2025, dipicu oleh meningkatnya tekanan ekonomi. Pelemahan nilai tukar rial Iran memicu lonjakan harga barang, baik di tingkat grosir maupun eceran, sehingga memicu keresahan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh Abdolnaser Hemmati. Perubahan ini terjadi di saat pemerintah menghadapi tekanan besar untuk menstabilkan kondisi ekonomi nasional.
Sejak Kamis lalu, intensitas unjuk rasa dilaporkan semakin meningkat, menyusul seruan lanjutan dari Pahlavi. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi demonstrasi dalam skala besar di berbagai kota. Pada hari yang sama, gangguan akses internet juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran.
Di beberapa daerah, aksi protes berkembang menjadi bentrokan terbuka dengan aparat keamanan. Massa demonstran menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah, sementara laporan korban jiwa tercatat dari kedua belah pihak, baik demonstran maupun pasukan keamanan.
Sumber: Sputnik–OANA-ANTARA









