KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Sejumlah petani dari Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, mengikuti Pelatihan Budidaya Tanaman Nilam yang dilaksanakan di UPTD Persemaian Desa Rungau Raya, Kecamatan Danau Seluluk.
Kedua wilayah kecamatan tersebut dinilai memiliki potensi biofisik lahan yang cukup mendukung untuk pengembangan tanaman nilam.

Komoditas ini dikenal sebagai tanaman herba tropis penghasil minyak atsiri bernilai tinggi dan hingga kini belum memiliki substitusi sintetik, sehingga permintaannya relatif stabil di pasar global.

Secara ekonomi, tanaman nilam mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani skala kecil. Permintaan dunia terhadap minyak nilam terus meningkat, terutama untuk kebutuhan industri parfum, kosmetik, farmasi, dan aromaterapi.

Indonesia sendiri merupakan pemasok utama minyak nilam dunia, sehingga budidaya tanaman ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga petani, termasuk di Kabupaten Seruyan.

Sekretaris Camat Seruyan Hilir, Ali Rahman, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif agar petani mampu menguasai tata kelola budidaya nilam secara menyeluruh.

“Melalui pelatihan ini, petani dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari pra tanam hingga pasca panen, sehingga budidaya nilam dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin, 12 Januari 2026.

Ia berharap, komoditas nilam ke depan benar-benar dapat menjadi pilar kesejahteraan baru bagi masyarakat, sekaligus mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Seruyan.
“Jika dikelola dengan baik, nilam bukan hanya tanaman alternatif, tetapi bisa menjadi komoditas unggulan yang berkelanjutan bagi petani,” pungkasnya. (FAHRUL/y)