SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Festival Habaring Hurung 2026 semakin meriah dengan digelarnya lomba Karungut, sebuah tradisi menyanyi khas Kotawaringin Timur (Kotim) yang sarat nilai budaya. Pagelaran ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan peserta dari berbagai kecamatan dan sekolah di daerah setempat.

"Hari ini jadwal Festival Habaring Hurung yaitu lomba Karungut. Lomba ini cukup diminati oleh para peserta," kata, Koordinator Lomba Karungut, Widya, Senin, 12 Januari 2026.

Lebih lanjut ia mengungkapkan ada beberapa peserta yang mengundurkan diri dengan alasa belum siap tampil, namun antusiasme tetap tinggi. 

Ia menyebut ada 24 peserta yang siap tampil. Dalam pelaksanaannya, lomba tersebut dibagi dua katagori yaitu katagori putri dan putra. 

Sebagian besar peserta berasal dari perwakilan kecamatan. Panitia juga membuka untuk katagori umum. Bahkan peserta dari kalangan sekolah dasar mendapatkan kesempatan tampil karena usia tidak dibatasi secara ketat.

"Jadi kami dibagi dalam dua kategori, yaitu putri dengan 14 peserta dan putra dengan 10 peserta, " sebutnya. 

Sebagian besar peserta adalah generasi muda, sehingga menurutnya dengan adanya lomba ini mampu mempertahankan seni budaya dan tidak ditelan zaman. 

 “Generasi muda masih banyak yang tertarik dengan kesenian Karungut. Hal ini terlihat dari dominasi peserta yang merupakan pemuda-pemudi,” tambahnya.

Sementara terkait penilaian, aspek penilaian paling dominan adalah vokal dan hafalan kata, dengan bobot tertinggi diberikan pada kualitas vokal.

Karungut memiliki ciri khas tersendiri dalam cara menyanyikan lagu beserta irama musik yang berbeda dari genre lainnya, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.

 “Dengan diselenggarakannya lomba ini, budaya Kotim terutama Karungut dapat berkembang lebih maju dan dikenal oleh masyarakat luas," tambahnya. 

 Para pemenang, peserta yang meraih juara pertama berkesempatan mewakili Kotim pada Festival Isen Mulang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. 

Lomba Karungut dalam Festival Habaring Hurung 2026 bukan sekadar kompetisi, namun juga wadah strategis untuk menjaga dan melestarikan warisan seni dan budaya yang kaya di Kabupaten Kotawaringin Timur. (DEVIANA/y)