PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Pangkalan Bun mencatat jumlah penumpang yang dilayani sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, mencapai 57.116 orang.

Kepala PT Pelni Cabang Pangkalan Bun, Suwadi, mengatakan angka tersebut memberikan kontribusi sekitar 1,11 persen terhadap total penumpang Pelni secara nasional pada 2025 yang mencapai lebih dari 5,15 juta orang.

“Secara nasional, jumlah penumpang Pelni sepanjang 2025 tercatat sebanyak 5.154.080 orang. Capaian ini setara dengan 101,15 persen dari target dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024,” ujar Suwadi, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia menilai realisasi penumpang di Pelni Cabang Pangkalan Bun mencerminkan peran strategis Pelabuhan Panglima Utar Kumai sebagai simpul konektivitas transportasi laut di Kalimantan Tengah, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah dan antarpulau.

Selain itu, peningkatan jumlah penumpang juga sejalan dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan angkutan laut yang disediakan Pelni.

Suwadi menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan memastikan seluruh operasional berjalan sesuai standar keselamatan pelayaran yang berlaku.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan manajemen operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pemeliharaan sarana dan prasarana pelayaran agar tetap dalam kondisi laik operasi.

“Keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama kami dalam setiap kegiatan operasional,” katanya.

Peningkatan layanan juga dilakukan melalui perbaikan sistem pelayanan kepada penumpang, mulai dari ketepatan waktu keberangkatan, kebersihan kapal, hingga kejelasan informasi yang diterima masyarakat.

Selain itu, Pelni secara rutin melakukan pemeriksaan teknis kapal, termasuk pengecekan alat keselamatan seperti pelampung, alat pemadam kebakaran, serta sistem navigasi guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

“Seluruh awak kapal juga mendapatkan pelatihan keselamatan pelayaran secara berkala agar siap menghadapi kondisi darurat,” ujar Suwadi.

Ke depan, pihaknya berharap kontribusi Pelni Cabang Pangkalan Bun, khususnya melalui Pelabuhan Kumai, dapat terus meningkat seiring dengan bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut Pelni.