PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bea Cukai Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyediakan layanan pendampingan ekspor secara gratis bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tanpa harus menunggu volume produksi dalam jumlah besar.

Perwakilan Bea Cukai Palangka Raya, Gustaf, menegaskan bahwa layanan pendampingan ekspor tersebut tidak dipungut biaya apa pun selama seluruh persyaratan dan dokumen yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pendampingan ekspor dari Bea Cukai Palangka Raya tidak dipungut biaya. Sepanjang dokumen lengkap dan sesuai aturan, proses ekspor akan kami dampingi hingga tuntas,” ujar Gustaf di Palangka Raya, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia menjelaskan, Bea Cukai Palangka Raya bersama pemerintah daerah secara aktif memberikan asistensi kepada pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM) agar mampu melakukan ekspor secara mandiri dan berkelanjutan.

Pendampingan tersebut meliputi pengurusan dokumen ekspor, pemenuhan persyaratan, hingga pemahaman prosedur kepabeanan. Selain itu, pelaku usaha juga dibantu untuk mengakses fasilitas pembiayaan apabila telah memenuhi kriteria tertentu guna mendukung pengembangan usaha dan perluasan pasar internasional.

Bea Cukai Palangka Raya juga menjalankan program Klinik Ekspor, yang dirancang untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada UMKM dan IKM dalam memahami seluruh tahapan ekspor.

“Melalui Klinik Ekspor, pelaku usaha mendapatkan bimbingan mulai dari kelengkapan dokumen, pemenuhan standar dan regulasi ekspor, pemanfaatan fasilitas kepabeanan untuk menekan biaya logistik, hingga alur ekspor dari awal sampai akhir,” jelasnya.

Melalui pendampingan tersebut, sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Palangka Raya telah berhasil menembus pasar internasional. Di antaranya Ali Giyono yang mengekspor ikan betutu ke Malaysia sejak 2023, serta PT Berkah Iwak Barito yang melakukan ekspor perdana ikan betutu ke Malaysia pada Mei 2024 melalui Bandara Tjilik Riwut.

Selain itu, PT Tirta Haring Borneo dan CV Hentom Kurnia Aquarium berhasil mengekspor ikan hias asal Palangka Raya ke Singapura, sementara produk tanaman hias lokal juga berhasil diekspor oleh PT Borneo Aquatic.

Pada Desember 2025, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bea Cukai Palangka Raya juga meluncurkan ekspor perdana berbagai produk unggulan dari sekitar 17 UMKM dan IKM lokal ke Selandia Baru.