BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menilai bantuan drone pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) mampu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala DPKP Kotim, Permata Fitri, mengatakan drone yang diterima memiliki kapasitas tangki hingga 20 liter dan dapat digunakan secara fleksibel sesuai kebutuhan pertanian.
“Penggunaan drone ini sangat membantu. Tangkinya bisa diisi pupuk cair saat pemupukan, pestisida untuk pengendalian hama, maupun herbisida untuk penanganan gulma,” ujar Fitri di Sampit, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut mampu menghemat kebutuhan tenaga kerja sekaligus mempercepat proses budidaya tanaman.
DPKP Kotim mencatat sebanyak empat unit drone pertanian diterima dari Kementan pada Desember 2025. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementan terhadap program Brigade Pangan (BP) dalam rangka percepatan swasembada pangan nasional.
Brigade Pangan merupakan program modernisasi pertanian yang melibatkan petani milenial dengan penerapan teknologi pertanian dan pengelolaan lahan secara terintegrasi. Satu BP terdiri dari 15 orang yang mengelola lahan seluas 150 hingga 200 hektare, mulai dari tahap pra tanam hingga pascapanen.
Fitri menjelaskan, sejak 2024 hingga 2025 telah terbentuk 24 Brigade Pangan di Kotim yang tersebar di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut.
“Untuk tahap awal, empat unit drone ini akan dialokasikan ke Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit karena jumlah Brigade Pangan terbanyak berada di dua wilayah tersebut,” jelasnya.
Selain drone, Kotim juga menerima berbagai peralatan pertanian modern lainnya, seperti combine harvester untuk panen dan rotavator untuk pengolahan lahan. Peralatan tersebut dinilai telah mencukupi kebutuhan 24 Brigade Pangan yang ada di Kotim.
“Dengan integrasi teknologi pertanian ini, kami berharap proses pertanian di Kotawaringin Timur menjadi lebih cepat dan efektif, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agribisnis guna memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkas Fitri.









