PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Harga telur ayam ras di Kota Palangka Raya naik 1 persen. Kenaikan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor teknis di tingkat distribusi dan produksi. Meski demikian, kenaikan itu dinilai masih dalam batas wajar dan tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa kenaikan harga telur ayam ras lebih dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi dari daerah pemasok ke Kota Palangka Raya. Selain itu, faktor fluktuasi harga pakan ternak di tingkat produsen juga turut memengaruhi harga jual telur di pasar.

“Distribusi telur ayam ras sebagian besar masih bergantung dari daerah luar. Ketika ada penyesuaian biaya angkut maupun harga pakan, maka sedikit banyak akan berpengaruh terhadap harga di tingkat pedagang,” ujar Achmad Zaini, Selasa, 13 Januari 2026.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menambahkan bahwa kenaikan harga tersebut juga dipicu oleh dinamika pasokan yang sempat mengalami penyesuaian di awal tahun. 

Namun demikian, stok telur ayam ras di pasar tradisional hingga saat ini masih terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Bukan karena kelangkaan, stok aman. Ini lebih ke penyesuaian harga dari pemasok. Kenaikannya juga sangat kecil, hanya sekitar Rp400 per kilogram,” jelasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya katanya  juga berkomitmen menjaga stabilitas harga dengan memperkuat kerja sama antar daerah, memantau jalur distribusi, serta memastikan tidak terjadi praktik penimbunan oleh oknum pedagang. 

Dengan langkah tersebut, diharapkan kenaikan harga bahan pokok dapat dicegah agar tidak berlanjut dan tetap terkendali. (MARINI/y)