PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan  Bun - Keberadaan sapi peliharaan warga yang berkeliaran di jalan kembali menimbulkan keresahan bagi pengendara yang melintas di ruas jalan arah Pangkalan Bun –Kotawaringin Lama, tepatnya di sekitar Kelurahan Mendawai Seberang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Sapi-sapi tersebut kerap terlihat berjalan bebas hingga berada di tengah badan jalan. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari saat jarak pandang terbatas.

“Saya sempat terhambat karena sapi-sapi itu melintas di tengah jalan. Ini bukan pertama kali, beberapa waktu lalu juga pernah kejadian seperti ini,” ujar Anwar, warga Pangkalan Bun yang sempat melintas dan melihat keberadaan sapi tersebut, Kamis, 13 Januari 2026.

Anwar mengungkapkan, beberapa waktu lalu, sempat terjadi kecelakaan lalu lintas akibat sapi yang berkeliaran. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan menabrak sapi pada malam hari hingga mengalami luka cukup serius.

“Waktu itu ada pengendara motor yang menabrak sapi dan lukanya cukup parah. Mirisnya, tidak ada satu pun yang mengaku sebagai pemilik sapi untuk bertanggung jawab,” kata Anwar.

Menurut Anwar, pada prinsipnya masyarakat tidak mempermasalahkan warga yang memelihara sapi, karena hal tersebut justru dapat membantu meningkatkan perekonomian. Namun, ia menegaskan agar hewan ternak tidak dibiarkan berkeliaran bebas di jalan umum.

“Memelihara sapi itu bagus, tidak ada masalah. Tapi jangan dilepas begitu saja sampai mengganggu dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia pun berharap pihak terkait dapat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan keberadaan sapi-sapi tersebut. Paling tidak, pemilik ternak diberikan teguran dan peringatan agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga hewan peliharaannya.

“Harapannya ada penertiban dari pihak terkait. Pemilik sapi harus diberi peringatan tegas supaya kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak sampai memakan korban,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)