SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Teror beruang yang kembali meresahkan warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur diduga kuat merupakan satwa yang sama dengan beruang yang sempat muncul beberapa bulan lalu di wilayah perbatasan Wengga Metropolitan (WMP)–Bumi Raya.

"Diduga kuat ini beruang yang sama yang pernah muncul di kawasan Perumahan WMP beberapa bulan lalu," kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Selasa, 13 Januari 2026.

Pada November 2025 lalu, warga di sekitar perbatasan Wengga–Bumi Raya, Sampit, sempat dihebohkan dengan kemunculan seekor beruang berukuran besar.

Satwa liar tersebut terlihat berkeliaran di area semak-semak dan sempat direkam oleh warga yang melintas.

Video berdurasi sekitar 38 detik yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seekor beruang dewasa berjalan di antara pepohonan dan semak belukar.

Dalam rekaman itu, terdengar suara warga yang terkejut melihat ukuran beruang yang disebut-sebut sebesar anak sapi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BKSDA Resort Sampit saat itu melakukan observasi di lokasi. Namun, petugas tidak menemukan jejak langsung keberadaan beruang.

Sebaliknya, petugas mendapati adanya tumpukan sampah di sekitar lokasi. Muriansyah tumpukan sampah tersebut menjadi pemicu kemunculan beruang yang mencari makan.

Selang beberapa bulan kemudian, pada Januari 2026, beruang kembali terlihat dan menimbulkan keresahan warga Baamang. Satwa tersebut dilaporkan muncul di jalan masuk Kompleks Perumahan Az-Zahra dan akses menuju Perumahan Mahardika.

Kemunculan pertama tercatat sekitar pukul 18.10 WIB, kemudian kembali terlihat pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini membuat warga khawatir karena lokasi yang dilalui berada dekat dengan permukiman padat.

Atas laporan tersebut, BKSDA Resort Sampit melakukan observasi di Jalan Bumi Raya 1, pintu masuk Kompleks Perumahan Az-Zahra, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.

Dalam kegiatan tersebut, petugas bertemu dengan pelapor bernama Ridwan serta sejumlah warga sekitar. Hasil observasi menemukan sedikitnya tiga jalur atau lorong yang diduga sering dilalui beruang madu.

"Lokasi kemunculan berada di akses masuk dua perumahan, yakni Perumahan Az-Zahra dan Perumahan Mahardika. Kami menemukan tiga jalur yang kemungkinan menjadi lintasan beruang," ujar Muriansyah.

BKSDA memberikan edukasi kepada warga terkait perilaku alami beruang madu serta langkah-langkah keselamatan yang perlu dilakukan apabila kembali bertemu dengan satwa dilindungi tersebut. Warga diminta tetap waspada dan segera melapor jika beruang kembali terlihat.

"Apabila beruang madu muncul lagi, kami akan melakukan pemasangan satu set perangkap beruang sebagai langkah penanganan lanjutan," pungkasnya

BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan berbahaya terhadap satwa liar dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada petugas, demi keselamatan warga sekaligus kelestarian satwa dilindungi. (DEWI PATMALASARI/R)