BORNEONEWS, Tamiang Layang - Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, turun langsung meninjau kondisi jalan rusak dan kawasan rawan banjir di RT 16 Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Selasa, 13 Januari 2026.
Peninjauan ini dilakukan usai dirinya menyerahkan bantuan pascabanjir kepada warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan dan dikoordinasikan melalui camat.
Wabup ingin memastikan langsung kondisi di lapangan agar penanganan yang dilakukan pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran.
“Kebetulan hari ini saya turun untuk menyerahkan bantuan pascabanjir jadi kesempatan ini saya gunakan untuk meninjau langsung agar dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Melihat kondisi jalan yang ambles dan tergenang, Wakil Bupati langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur untuk segera menindaklanjuti kerusakan tersebut. Ia menegaskan, akses tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya jalur keluar masuk warga RT 16.
“Di dalam kan masih banyak warga. Saya khawatir kalau tidak diatasi dan nanti jadi longsor akan mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Dusun Tengah, Prismayandi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang melalui Wakil Bupati telah memberikan perhatian tidak hanya pada penyaluran bantuan tetapi juga pada infrastruktur yang terdampak banjir.
“Yang pertama pada hari ini kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Barito Timur karena di sela penyaluran bantuan pascabanjir menyempatkan diri meninjau titik-titik yang berpotensi banjir, salah satunya yang menimbulkan genangan di RT 16 Kelurahan Ampah Kota,” ungkapnya.
Prismayandi menjelaskan, kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh tumbukan aliran Sungai Karau yang tepat mengenai badan jalan.
Akibatnya, struktur benton cor yang menjadi dasar jalan ambles dan membuat ruas tersebut tergenang air sehingga tidak dapat dilewati warga.
“Lokasi ini memang berada di titik tumbukan Sungai Karau. Jalan dari benton cor itu ambles sehingga tergenang air dan tidak bisa dilewati masyarakat,” jelasnya.
Menurut Prismayandi, saat banjir terjadi memang masih ada jalur alternatif, namun kondisinya tidak representatif dan sangat mengganggu mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat.
“Kami sekali lagi menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Barito Timur yang telah menyerahkan bantuan pascabanjir sekaligus meninjau lokasi-lokasi yang rawan banjir khususnya infrastruktur yang tidak dapat berfungsi saat banjir,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









