SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 24 Brigade Pangan terbentuk di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai upaya mendukung program nasional swasembada dan modernisasi pertanian.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

"Brigade Pangan ini beranggotakan 15 orang kaum milenial dengan batas usia maksimal 40 tahun. Dari Kementerian Pertanian akan memfasilitasi mereka dengan peralatan mekanisasi pertanian," kata Permata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Permata Fitri, Selasa, 13 Januari 2026.

Setiap Brigade Pangan difasilitasi langsung oleh Kementerian Pertanian berupa peralatan mekanisasi pertanian untuk mendukung aktivitas pertanian mulai dari pra-tanam hingga pascapanen.

Pada 2024, Kotim telah terbentuk 18 Brigade Pangan lengkap dengan bantuan alat pertanian. Sementara pada tahun 2025, kembali ditambah 6 Brigade Pangan, sehingga total saat ini mencapai 24 Brigade.

Saat ini 24 Brigade Pangan tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kotim, di antaranya Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, dan Seranau.

Bantuan peralatan yang diterima setiap Brigade Pangan meliputi satu unit combine harvester (alat panen padi), satu unit rotavator sebagai alat olah lahan modern, enam unit hand traktor, serta empat unit alat tanam.

Khusus untuk Brigade Pangan tahun 2025, juga difasilitasi empat unit drone pertanian yang baru diterima Desember 2025.

Dengan dukungan alat mekanisasi, Brigade Pangan berperan membantu kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di wilayah masing-masing.

Kehadiran Brigade Pangan dinilai mampu mempercepat proses pertanian yang sebelumnya terkendala keterbatasan alat.

"Sekarang ini petani tidak perlu lagi menunggu giliran terlalu lama untuk pengolahan lahan atau panen. Ketika selesai panen dan perlu segera olah lahan, mereka bisa langsung melapor ke Brigade Pangan dan langsung dikerjakan karena perhitungannya sudah diatur di internal mereka," paparnya.

Untuk membentuk satu Brigade Pangan, minimal harus memiliki luasan lahan antara 150 hingga 200 hektare, baik dalam rangka optimalisasi lahan maupun program cetak sawah. Sehingga ke depan memungkinkan Brigade Pangan di Kotim bertambah jika memenuhi persyaratan tersebut. (DEWI PATMALASARI/R)