SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Realisasi optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur mencapai 5.200 hektare sepanjang pelaksanaan program nasional tersebut pada 2024 hingga 2025 dan dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian

"Program nasional terkait optimalisasi lahan ini sebenarnya sudah kita laksanakan sejak tahun 2024. Saat itu target kita 3.524 hektare, kemudian pada tahun 2025 bertambah 1.676 hektare. Seluruhnya sudah dilaksanakan dan terealisasi," ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Permata Fitri, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan, optimalisasi lahan merupakan kegiatan perbaikan infrastruktur pertanian pada lahan yang sudah eksisting atau sebelumnya telah digunakan untuk bertani.

Kegiatan ini meliputi perbaikan galangan sawah serta saluran irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal.

"Lahan yang sebelumnya tidak bisa ditanami karena air tidak masuk, setelah dilakukan perbaikan irigasi kini bisa kembali ditanami. Kemudian yang awalnya hanya bisa tanam satu kali, setelah irigasinya diperbaiki bisa meningkat menjadi dua sampai tiga kali tanam dalam setahun," katanya.

Seluruh kegiatan optimalisasi lahan tersebut dikerjakan oleh Kodim 1015/Sampit sebagai mitra pelaksanadengan cakupan wilayah meliputi Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, dan Kota Besi.

Dengan capaian optimalisasi lahan selama dua tahun tersebut, kebutuhan optimalisasi lahan pertanian di Kotim untuk 2026 dinilai sudah mencukupi. "Untuk optimalisasi lahan tahun 2026, di Kotim sudah cukup," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)