SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat bahwa sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2025 dipicu oleh korsleting listrik.

"Hasil investigasi lapangan, mayoritas kejadian itu akibat korsleting listrik. Selain itu, terdapat pula kebakaran akibat faktor teknis kelalaian manusia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Damkarmat Kotim Atimaraahini, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menyampaikan, dari total 95 kejadian kebakaran yang ditangani selama 2025, kebakaran bangunan menjadi jenis kejadian yang paling dominan. Dsri jumlah tersebut, gangguan pada instalasi dan peralatan listrik tercatat sebagai penyebab utama kebakaran. Selain faktor teknis, kelalaian manusia juga memberikan kontribusi cukup besar terhadap meningkatnya jumlah kejadian.

Sepanjang 2025, Damkarmat Kotim mencatat sebanyak 21 kasus kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia. Selain itu, beberapa peristiwa kebakaran juga disebabkan oleh kebocoran gas elpiji, penggunaan kompor, unsur kesengajaan, serta faktor lain yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Menanggapi tingginya angka kebakaran akibat faktor teknis dan kelalaian, Damkarmat Kotim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam penggunaan peralatan listrik di rumah tangga.

"Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik. Saat meninggalkan rumah, pastikan kondisi instalasi dan perangkat listrik dalam keadaan aman," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan area dapur sebelum meninggalkan rumah untuk mencegah potensi kebakaran.

"Pastikan kompor sudah dimatikan dan tidak ada sumber api yang berpotensi membahayakan," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, dari total 95 kejadian kebakaran di Kotim sepanjang 2025, kebakaran bangunan tercatat sebanyak 50 kasus, disusul kebakaran lain sebanyak 32 kasus, serta kebakaran lahan sebanyak 13 kasus.

Dari sisi penanganan, kinerja Damkarmat Kotim dinilai cukup responsif. Sebanyak 75 kejadian kebakaran berhasil ditangani sesuai target waktu respons. Sementara 20 kejadian lainnya belum tertangani secara optimal akibat kendala teknis dan kondisi di lapangan. (DEWI PATMALASARI/j)