BORNEONEWS, Sampit – Selain menangani kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga melaksanakan 704 operasi penyelamatan non-kebakaran sepanjang tahun 2025.
"Penanganan terbanyak adalah evakuasi ular sebanyak 294 kasus dan sarang lebah atau tawon sebanyak 126 kasus," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Damkarmat Kotim Atimaraahini, Rabu, 14 Januari 2026.
Selain evakuasi satwa liar, Damkarmat Kotim juga menangani berbagai kejadian darurat lainnya. Di antaranya pelepasan cincin yang menjepit jari warga, evakuasi kendaraan, penanganan pohon tumbang, hingga pembersihan tumpahan minyak di jalan raya demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, Damkarmat Kotim juga mencatat penanganan kebakaran sepanjang 2025 sebanyak 95 kejadian. Dari jumlah tersebut, kebakaran bangunan menjadi kasus terbanyak dengan 50 kejadian, disusul kebakaran lainnya sebanyak 32 kasus, serta kebakaran lahan sebanyak 13 kasus.
Dari aspek respons penanganan, Damkarmat Kotim dinilai cukup sigap. Sebanyak 75 kejadian kebakaran berhasil ditangani sesuai target waktu respons yang ditetapkan. Namun demikian, masih terdapat 20 kejadian kebakaran yang penanganannya belum optimal akibat kendala teknis dan kondisi di lapangan.
Damkarmat Kotim terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat, baik kebakaran maupun kejadian lain yang membahayakan keselamatan. (DEWI PATMALASARI/j)









