SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan penyerapan gabah petani sebanyak 17 ribu ton dalam rangka mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah tersebut. 

“Untuk tahun ini penyerapan gabah sebanyak 17 ribu," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Rabu, 14 Januari 2026.

Bulog Kotim akan melakukan penyerapan gabah  di tiga kabupaten yaitu Kotim, Seruyan dan Katingan.

Fuada mengungkapkan sesuai dengan tujuan pemerintah pusat yaitu penguatan penyerapan gabah petani dan distribusi pangan dilakukan demi menjaga keberlanjutan swasembada beras, stabilitas harga, ketersediaan pasokan, perlindungan petani, serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

"Sebentar lagi musim panen terutama wilayah Katingan yaitu Pegatan. Kami siap untuk penyerapan gabah, " imbuhnya. 

Penyerapan gabah ini diharapkan mampu mendongkrak produksi dan pemasaran hasil pertanian di Kotim serta dua kabupaten lainnya sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pasokan dari luar daerah. Selain itu, stabilitas harga gabah dan beras sangat penting untuk menjaga kehidupan masyarakat terutama di masa-masa ketidakpastian ekonomi.

"Kami optimis target serapan gabah 17 ribu ton dapat tercapai dengan dukungan semua pihak, terutama petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan di daerah, " imbuhnya. 

Pada 2026 Bulog mendapat tugas penyerapan gabah dari pemerintah untuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebanyak 3 juta ton. (DEVIANA/j)